Pages

Jumat, 20 Januari 2012

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang


Artinya: “Seseorang yang hanya mau di saat senang saja, tetapi tidak mau tahu apabila di saat kesusahan”

Penjelasan:
            Peribahasa tersebut memiliki arti dengan sseorang yang tidak memiliki perasaan. Ia hanya suka bersama dengan orang-orang apabila di saat senang saja. Sedangkan apabila ada suatu kesusahan yang menimpa orang lain, ia tidak mau tahu apa yang terjadi tersebut. Itu merupakan sifat yang buruk di mana ia tidak mau peduli kepada orang lain apabila orang tersebut hanya mau mengambil segala sesuatunya yang menguntungkan dirinya sendiri. it Ia acuh tak acuh. Sebagai contoh kisah di bawah ini:
            Ada sebuah kisah antara dua sahabat yang sudah cukup akrab meski pun mereka belum lama kenal. Pada suatu hari, temannya itu mengajaknya pergi bersenang-senang. Secara otomatis ia pasti sangat senang dan jelas menerima tawaran yang diberikan oleh temannya itu. Segala kesenangan tersebut diurus semua oleh temannya itu. Sehingga ia tinggal menikmati saja. Ke sana kemari jalan-jalan melihat pemandangan yang indah. Datang kke suatu restoran ternama dan makan bersama. Pergi ke tempat hiburan dan bersenang-senang. Pergi ke mall meskipun hanya melihat-lihat saja. Ke semuanya itu tak lain adalah suatu kesenangan. Ia pasti sangat menikmatinya. Akan tetapi, suatu saat temannya itu mengalami musibah kehilangan dompetnya. Padahal dompet tersebut ada surat-surat penting yang seharusnya dijaganya. Ada sejumlah uang juga di dalamnya. Serta kartu-kartu identitas juga lenyap. Ia hanya diam saja seolah tidak tahu apa yang sedang temannya itu alami. Ia tidak ikut membantu. Ia tidak ikut mencarinya. Bahkan ia berencana akan menjauhinya dengan suatu alasan tertentu. ia tidak mau berteman dengannya lagi. Sebab temannya itu sudah tidak punya uang untuk membuat bahagia sahabatnya itu. Ia akan kembali berteman dengannya apabila temannya itu sudah mempunyai apa yang ia dambakan agar ia bisa bersenang-senang lagi dengannnya. Ia hanya mau darinya segala sesuatu yang yang membuat ia senang, tetapi tidak pernah memikirkan atau sekedar ikut merasakan kesuasahan yang dialami oleh temannya itu.
            Sungguh manusia yang tidak berperasaan. Maunya hanya kesenangn saja yang diharapkan dari seseorang tanpa memik,irkan suatu kesusahan yang orang lain hadapi. Kita sebagai manusia harus bisa menghargai suatu persahabatn. Apabila ada temannya yang sedang kesusahan maka kita sebagai temannya harus ikut menghiburnya sehingga hatinya selalu tegar menghadapi segala sesuatu yang ia hadapi. Setidaknya kita juga ikut merasakan kesuasahan apa yang orang lain hadapi. Kita tak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Kita harus bersatu bersama-sama menyelesaikan segala persoalan dengan musyawarah bersama sehingga tercipta suatu keadaan yang harmonis dan tidak hanya mau di saat senang ssaja tetapi juga mau apabila di saat kesusahan.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar