Pages

Kamis, 02 Februari 2012

Mbeling


Wanita Lokalisasi

Kau wanita pekerja malam tanpa lelah
Kemanakah harga dirimu yang tinggi
Telah dimakan oleh si hidung belang yang liar
Kau bagaikan sampah di pinggir jalan
Menunggu diangkut oleh penggeraknya
Kemana arah pun kau ikuti segeraknya angin berlalu
Mendapatinya sudah terkatung dalam dahan pohon yang gelap
Sungguh tak berdaya melawanmu
Melambung dalam kenikmatan duniawi
Kenikmatan membawa duka meski durian runtuh jatuh  bertubi-tubi
Meski dalam ruang sempit kau tunjukkan melodi desah
Sedang keramaian tak kau hiraukan
Dunia begitu gemerlap malam bintang bersinar
Sungguh malam yang indah bagimu
Mendapati daun merah dan biru menyenyumkan hatimu
Apakah kau senang dengan demikian itu?




Maksud puisi di atas adalah kisah dari seorang wanita pekerja lokalisasi yang mencari rejeki dengan cara menjual dirinya untuk orang-orang yang mau membayarnya. Wanita itu tidak mempunyai harga diri, sebab sudah termakan oleh pekerjaannya yang hina. Menjual dirinya demi sesuap nasi. Padahal masih banyak pekerjaan yang lainnya yang halal dan lebih baik. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar