Pages

Selasa, 09 Oktober 2012

Main Emosi



          Pada suatu hari di ruangan kuliah terdengar suara gaduh mahasiswa yang sedang menunggu dosen. Mereka sedang ribut membicarakan Presiden Habibi yang terbang lagi ke Jerman. Mereka berdebat dengan argumentasinya masing-masing mengenai topik tersebut. Suasana memulai memanas ketika dua orang yang bernama Bima dan Ganda terlihat saling meluapkan emosinya.
          Bima : “Habibi ke Jerman lagi karena uda ngga betah lagi di Indonesia yang kaya raya ini!!”
          Ganda         : “apaan!! Habibi ke Jerman lagi karena  ada tugas yang harus beliau selesaikan di sana!!”
          Bima : “apa buktinya? Habibi hidup di Indonesia hanya dicaci-maki oleh rakyat Indonesia dan para pejabat pemerintahan. Makanya beliau nggak betah hidup di Indonesia. “
          Ganda         : “aaaaaah!!!!” (kreeeeeeek, pintu terbuka)
          Tiba-tiba dosen masuk ruangan. Mereka semua di ruangan sangat kaget dan segera ke tempat duduk masing-masing. Kemudian dosen menjelaskan materi mengenai Matematika Bisnis. Selang beberapa waktu, Bima dan Ganda yang duduk bersebelahan paling belakang mulai ngoceh lagi. Mereka melanjutkan perdebatannya lagi.
          Bima : “kasian sekali Habibi dihina oleh rakyatnya sendiri. Dasar rakyat bodoh!”
          Ganda         : “kalau begitu, kamu juga rakyat bodoh!”
          Bima : “kamu ngajak tawuran ya?!!” (katanya agak keras dan emosinya terpancing. Namun, dosen membiarkannya)
          Ganda         : “ayo sini pukul aku kalo kamu berani!
          Bima terbawa emosi yang sangat mendalam. Seketika itu Bima akan menjitak kepala Ganda. Sebelum Bima menjitak kepala Ganda, dosen berkata.
          Dosen         : “BIMA!!!!!! Lepaskan tanganmu!” (katanya dengan lantang ke Bima)
          Sontak seluruh penghuni ruangan itu kaget. Semuanya focus pada perhatian Bima dan Ganda yang dimarahi dosen.
          Dosen         : “bukan begitu caranya kalian bersikap kepada temannya. Kalian harus bisa  saling menghargai satu sama lain. Jadikan perbedaan yang ada di antara kalian sebagai media untuk membentuk suatu hubungan yang harmonis satu sama lain.”
          Bima : “maafkan saya Pak. Tadi saya terbawa emosi.”
          Dosen         : “lain kali, kalau mau berdebat mengenai sesuatu jangan sampai ada yang namanya perselisihan.”
          Bima+Ganda        : “baik Pak”
          Suasana kembali tenang. Para mahasiswa kembali fokus pada pelajarannya. Dosen kemudian melanjutkan penjelasan mengenai materinya. Bima meminta maaf kepada Ganda atas kesalahannya. Kini mereka menjadi lebih akrab.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar