Pages

Senin, 03 Desember 2012

Tabligh Akbar Menggema

        Kegiatan Tabligh Akbar (TA) 2012 yang diadakan oleh Forstiling (Forum Studi Islam dan Lingkungan) FEB UB berjalan dengan lancar. Kegiatan TA dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 November yang bertempat di Student Center atau SC dengan ketua pelaksana Saudara Adish. TA merupakan kegiatan dakwah Islam yang bertujuan untuk mensyiarkan syariat Islam kepada banyak orang untuk membentuk suatu kehidupan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits sesuai dengan temanya yaitu “Hidup Berjaya dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits”. Acara TA kali ini didatangkan dua pematri yang termasyur, yaitu ustadz Nur Ikhsan dan ustadz Kholid Basamalah, LC. Kedua pemateri sama-sama lulusan Universitas Islam Madinah.
          Tepat pukul 07.00 semua panitia mengadakan briefing di halaman depan SC yang dipandu oleh Saudara Angga, selaku koordinator  divisi acara. Dia mengatakan bahwa untuk semua panitia nanti harus bekerja keras dan bekerja sesuai dengan job masing-masing di posnya. Apabila job bisa dipegang dan dilakukan, kegiatan TA pasti berjalan lancar sesuai dengan rundown acara yang telah dibuat. Acara TA merupakan acara yang cukup besar, karena peserta kebanyakan dari luar UB. Di dalam gedung SC cukup penuh dengan orang-orang yang bersemangat mendengarkan materi yang cukup menarik. Terlebih pematerinya juga cukup memadai dalam hal materi yang dibawanya. Tak heran apabila peserta sangat antusias dan terfokus dengan materinya.
       Pada awal kegiatan, MC membuka acara TA. Pada saat itu juga, peserta masih ada yang berdatangan memasuki ruangan yang telah disediakan. Beberapa runtutan acara sudah dibacakan. Mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, dan kemudian materi. Materi pertama disampaikan oleh ustadz Nur Ikhsan. Beliau menyampaikan bahwa kebesaran Allah SWT jelas di muka bumi ini. Jal itu dapat kita lihat dari beberapa kejadian. Penciptaan siang dan malam. Allah SWT sudah mengatur dengan sangat rapi mengenai pergantian siang dan malam. Selanjutnya, penentuan waktu. Waktu juga sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa sedemikian rupa. Kita bisa mengenal waktu 24 jam sehari. Hanya saja, sudahkah kita menggunakan waktu yang terbatas itu untuk di jalan Allah? Semua keajadian tersebut sesuai dengan kehendak Allah SWT dan manusia tidak bisa untuk mengubah. Karena hal tersebut sudah menjadi kuasa Allah. Dan masih banyak pengajian yang diberikan oleh ustadz Nur Ikhsan selama sekitar 2 jam. Pengajian harus terhenti mengingat waktu yang telah disediakan sudah habir. Kemudian ISHOMA.
          Pemateri kedua yaitu ustadz Kholid Basamalah, LC dari Jakarta juga menyampaikan materinya dengan sangat menarik. Mengenai beliau, pernah hidup selama sekitar 7 tahun di Saudi Arabia dan menempuh S1 di Universitas Islam Madinah. Tidak heran apabila beliau sangat paham dengan kondisi terkini di saerah padang pasir itu. Terlihat saat menyampaikan materi, beliau sangat bersemangat. Tak heran apabila peserta yang terdiri dari sebagian mahasiswa dan umum sangat fokus untuk mendengarkan ceramahnya. Ada banyak kisah yang sangat menarik untuk kita serap ilmunya. Diantaranya mengenai qishash. Disampaikan bahwa qishash yang diterapkan di negara Islam seperti Saudi Arabia sangat membawa dampak positif. Orang yang melakukan kejahatan dan bila ia dikenai qishash, ia pasti sangat menyesal telah melakukan kejahatan. Tidak hanya itu saja, pelakunya pasti jera dan tidak akan mengulanginya lagi apabila ia dikenai qishash dengan dipotong tangannya atau yang lainnya. Tetapi, dengan begitu pelaku yang sudah melakukan kejahatan dan sudah dibalas dengan qishash ia sudah terbebas dari mizan di akhirat nanti. Karena ia sudah dihukum di dunia sesuai dengan tingkat kejahatannya. Ditinjau lagi apabila perlakuan qishash diberitakan di televisi, pasti akan ngeri bagi orang yang menontonnya. Tentu saja, mereka pasti akan ketakutan dan sebagai dampaknya, ia tidak akan melakukan kejahatan. Sangat mendasar memang apabila qishash sudah wajar diterapkan di negara Islam. Mungkin ada sebagian kelompok atau institusi yang menganggap qishash itu kejam. Padahal dengan qishash itu sendiri cukup ampuh dalam mencegah perilaku kejahatan.
       Beliau juga bercerita kisah nyata yang cukup inspiratif bagi para yang mendengarkan. Diceritakan bahwa ada beberapa orang yang masuk Islam hanya karena kejadian yang sangat kecil. Seperti, seorang anak kecil beragama Kristen  yang hanya melihat umat Islam hendak melakukan sholat, dan ketika Imam berkata ‘luruskan’ segera jemaahnya meluruskan. Anak kecil tersebut sangat takjub mekihatnya. Dan ia menyatakan ingin masuk Islam. Sungguh luar biasa. Dan masih banyak kisah-kisah yang yang disampaikan oleh beliau. Ceramah terhenti dengan waktu yang disediakan sudah habis. Kemudian, semua peserta melakukan sholat Ashar secara berjamaah dan ustadz Kholid sebagai imamnya.
          Secara keseluruhan, kegiatan TA berjalan cukup lancar. Meskipun ada beberapa kendala seperti air yang tidak mengalir di toilet dan hujan. Terpaksanya peserta harus menunggu hujan reda. Kemudian, hanya segelintir saja yang memberikan kertas evaluasi TA. Dari banyak kertas evaluasi yang diterima panitia, cukup banyak yang memberi pujian dan ada juga yang menuliskan kegiatan semacam ini harus dipertahankan. Tetapi ada pula yang memberi respon membangun seperti air kran di toilet yang tidak mengalir sehingga peserta merasa kesulitan untuk membuang air kecil, terlebih waktu itu hujan deras yang menambah panik saja bagi orang yang sangat ingin membuang air kecil.
Terakhir, semua panitia segera beres-beres SC dan membersihkan ruangan yang kotor. Kemudian ada juga yang mengangkat meja dan kursi untuk dikembalikan di tempat peminjaman, seperti meja yang ada di lantai satu gedung F FEB UB. Semua berjabat tangan dan meninggalkan SC. Sebagian ke sekret Forstiling dan sebagiannya pulang ke rumah.
         Satu kutipan dari ustadz Kholid yang sangat memukau. “berbanggalah kita yang beragama Islam. Karena di luar sana ada banyak yang ingin mendapatkan anugerah Allah dengan masuk ke dalam Islam. Sehingga tingkatkan iman da taqwa kita kepada Allah SWT.” @sukrisw

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar