Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is me and friends from Kebumen

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka

This is me and friends at top of Sindoro mountain

terhampar dalam kelembutan nuansa sang awan berarak putih ....yang tertegun menatap bayang diriku di puncak gunung ini.....

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Vacation

yeah, we are happy :D

Senin, 21 Januari 2013

amin

alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nilai yang bagus. Saya berharap bisa mempertahankan kesempatan ini. bisa ambil 24 sks.

Selasa, 15 Januari 2013

UAS part SEVEN

Waktu terbatas, UAS Pengantar Ekonomi Tuntas

Saya buka soal ujian. Saya kaget. Jumlah soalnya hanya 6 buah dengan cabang abc setiap soalnya. Setiap soal itu jawabannya adalah eksplanasi. Semua saya lihat soalnya. saya merasa tidak yakin pada awalnya.
Masih dalam jam dan ruangan yang sama seperti UAS sebelumnya, kali ini adalah UAS yang terakhir. Tanggal 15 Januari 2013 merupakan pengganti jadwal sebelumnya yang jatuh 31 Desember 2012. Karena harinya terjepit, maka jadwalnya dipindah hari ini. Ketika mengetahui soal ujian yang pasti bakal menguras otak dan pikiran, segera saya kerjakan urut semampu saya. Ini soal butuh jawaban yang realistis berdasarkan materi yang sudah dibahas dalam diskusi pertemuan biasa. Saya harus mengerjakan dengan cepat namun teliti. Waktu yang disediakan hanya 90 menit. Pada awalnya saya sempat mikir apakah dengan waktu yang segitu bisa dikerjakan semua ngga ya.
Soal demi soal saya kerjakan dengan cepat. Nomor-nomor awal saya mengerjakan dengan santai agar tulisan bisa terlihat bagus. Saya ingat bahwa waktu sangat terbatas. Ini mendorong saya untuk mengerjakan dengan lebih cepat dan tulisan harus bisa dibaca. Sebenarnya ada beberapa soal yang membuat saya bingung. Seperti pada soal nomor satu yang harus menyertakan grafik laba dalam perusahaan monopolistik dan oligopli. Gambar grafiknya saya lupa. Padahal sudah mempelajarinya. Jadi ada rasa penyesalan dan ingin aku mengulanginya lagi dengan persiapan yang lebih matang.
Lanjut ke nomor yang lain tentang pendapatan nasional. Menurut saya ini bisa saya kerjakan. Saya hanya butuh waktu tambahan agar saya bisa menuliskan jawaban yang lebih detail pada semua soal. Namun itu hal yang tidak mungkin. Sebagai caranya, saya harus menulis dengan cepat. Mengenai pendapatan nasional ini juga butuh jawabann yang jelas. Belum cukup rasanya jawaban yang saya berikan, tetapi waktu semakin menyempit. Saya sadar juga baru mengerjakan sampai nomor 3 rasanya sudah lama banget. Ini salah satu hal yang menbuat aku panik. Takutnya waktu segera habis.
Waktu semakin berkurang. Saya harus cepat-sepat mengerjakan semua soal dengan lengkap. Pak Djasly bilang bahwa jangan sampai ada soal yang tidak dijawab. Ini kalimat yang bagus yang bisa memotivasi saya untuk menjawab semua soal dan tentunya harus cepat dengan membagi waktu antara soal lainnya. Kalimat motivasi itu selalu saya ingat. Saya terus menulis jawaban sampai-sampai tangan merasa sangat pegal. Ingin berhenti tetapi masih ada beberapa soal yang belum dikerjakan. Lama-kelamaan menjadi terbiasa juga terus menulis dan rasanya sudah nyaman.
Hingga sampai soal nomor 5 dan satya bertanya kepada pengawas berapa waktu yang tersisa. Pengawas menjawab masih 20 menit lagi. Ini artinya satu soal harus selesai dalam waktu 10 menit. Saya terus ngebut mengerjakan semua soal. Selanjutnya tinggal nomor 6 yang terdiri atas dua poin. Pada saat mengerjakan soal nomor 6, saya mendengarkan bisikan pengawas yang intinya waktu tinggal 6 menit lagi. Oh my God! Saya ngebut sekencang-kencangnya agar semua soal bisa terjawab. Soal ini berisi pendapat mengenai suatu kasus dan bagimana solusi terhadap suatu kasus yang ada dalam soal itu. Saya rasa ini tidak begitu sulit. Yang menyulitkan itu waktunya hampir habis. Saya bahkan sampai menulis jawaban dengan tulisan yang besar-besar. Ini tandanya saya agak kesal karena saya masih harus memberi jawaban yang terbaik tetapi di sisi lain  waktu tinggal beberapa menit lagi.
Waktu habis. Pengawas memperingatkan agar lembar jawaban segera dikumpulkan. Saya masih menulis satu kalimat terakhir. Selesai. Saya senang semua soal bisa saya kerjakan. Mengenai benar atau tidaknya saya berharap itu benar. Amanah Pak Djasly bisa saya jaga. Alhamdulillah.
Di luar ruangan ada beberapa teman saya yang belum selesai mengerjakan soal. Kebanykan soal nomor 4 yang hitung-hitungan tentang pendapatan nasional. Ada juga temen saya yang belum mengerjakan soal nomor 2 tentang dua analisis pendapatan nasional menurut dua aliran klasik dan modern. Tetapi, kami semua harus optimis dan yakin jawaban yang sudah jadi harapan semoga benar dan pada akhirnya mendapatkan nilai A. Amin.
Kita dituntut untuk mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan tepat sekalipun kita hanya memiliki waktu yang sangat terbatas. Gunakan keterbatasan itu untuk memotivasi kita agar mendapatkan hasil yang bagus.
@sukrisw

Senin, 14 Januari 2013

UAS part SIX


Menyesal Tidak Percaya Diri

UAS Pengantar Akuntansi (PA) hari ini sebenarnya menyebalkan. Jumlah soalnya hanya 6. 3 merupakan membuat jurnal penyesuaian dan sisanya laporan keuangan yang terdiri dari Laporan Laba/Rugi, Perubahan Modal, dan Neraca. Bagian yang saya sesalkan ada di laporan Neraca.
Setelah berlibur panjang sekitar 4 hari hari ini masih melanjutkan UAS. Jadwalnya PA di ruang D.1 gedung D FEB UB. Segera memasuki ruangan, duduk, dapat lembar soal dan jawaban, lalu saya kerjakan. Pada awalnya lancar. Hanya membuat jurnal penyesuaian dan salah satunya hanya menentukan besarnya asuransi dibayar di muka dengan pernyatan yang sudah diketahui. Ketiga soal itu ada di bagian I. Sedangkan di bagian II membuat laporan keuangan.
Pertama saya harus membuat Laporan Laba/Rugi. Membuat laporan ini tidak begitu sulit. Mengerjakan laporan itu harus dengan teliti agar tidak ada akun yang terlewatkan. Hasil sudah ditemukan. Besarnya adalah Rp. 52.000,-.  Ini berarti bahwa perusahaan mendapatkan laba sebesar Rp. 52.000,- selama satu tahun. Uang tersebut dihitung dalam jutaan. Membuat laporan ini saya harus menyalin ke kertas yang baru yang saya meminta kepada pengawas. Aku salin dengan cermat.
Berlanjut membuat laporan keuangan yang kedua yaitu Laporan Perubahan Modal. Ini laporan yang sangat sederhana. Rumusnya adalah besar modal awal periode ditambahkan dengan laba yang diperoleh dari Laporan Keuangan Laba/Rugi. Setelah ditambahkan kemudian dikurangi besarnya prive. Itulah hasilnya modal akhir sampai tanggal 31 Desember 2012. Saya lupa berapa besarnya modal akhir Abimanyu. Ini laporan yang paling mudah. Setelah berhasil dihitung, saya harus menghitung laporan keuangan yang lainnya.
Besarnya modal akhir sudah dihitung. Modal akhir ini akan digunakan dalam Laporan Neraca dalam kolom Passiva bersama utang. Maka dari itu, saya harus menyusun Laporan Neraca dengan formula Aktiva = Passiva. Aktiva terdiri atas aktiva lancar dan aktiva tetap. Keduanya dijumlahkan dan hasilnya adalah jumlah aktiva. Selanjutnya saya harus menghitung besarnya passiva yang terdiri atas utang dan modal. Utang terdapat dua bagian, yaitu utang lancar atau utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Keduanya kemudian dijumlahkan dan hasilnya adalah jumlah utang. Passiva terdiri atas utang ditambah modal, maka jumlah utang tersebut dijumlahkan dengan besarnya modal. Passiva sudah dihitung.
Kita kembali pada formula Aktiva = Passiva. Setelah saya sama dengankan ternyata hasilnya tidak seimbang. Saya sejenak berpikir. Apa yang salah sampai-sampai Laporan Neraca tidak seimbang. Saya sangat bingung. Saya mencoba menghitungnya kembali. Dan hasilnya tetap sama. Tidak seimbang. Saya melihat akun-akun yang tertera disoal dan saya sesuaikan dengan jawaban saya. Ini sepertinya memang seperti ini. Tidak ada yang salah dengan soal. Hanya saja kita yang harus teliti. Nama akun yang bermasalah yaitu ada akun akumulasi depresiasi dengan depresiasi mebel. Ini yang benas seperti apa? Saya terus memutar otak menemukan apa maksudnya. Yang terlintas dalam pikiran saya, harus ditemukan jumlah yang seimbang. Saya seperti memaksakan jawaban agar seimbang. Saya cari jumlah dengan akun tersebut agar mendekati seimbang. Ya saya temukan dengan jumlah hampir seimbang. Hanya selisih 200. Dalam benak saya, ini masih belum seimbang. Saya belum yakin pada diri saya sendiri.
Jawaban saya benar tidaknya saya tidak tahu pasti. Saya hanya berharap semoga saja benar. Saya keluar ruangan karena memang waktunya sudah habis. Di luar saya ditanyai teman saya apakah tadi sudah selesai. Kemudian saya jawab sudah, hanya saja ada yang tidak seimbang yang di Neraca. Ternyata teman saya juga sependapat. Ada teman lain yang bertanya tentang laporan neraca. Dia menjelaskan bahwa nercanya tidak seimbang, dengan besarnya sekian. Dia juga menambahkan bahwa mungkin Bu Juni, dosen Pengantar Ekonomi kami memang sengaja soalnya dibuat demikian agar kita terkecoh. Tepat sekali apan yang dikatakan oleh dia dengan keadaan saya tadi. Setelah dia mengatakan bahwa selisih aktiva sama passiva jauh. Saya rasanya sangat menyesal mendengarkan hal ini. Mengapa saya tidak percaya pada diri saya sendiri. Padahal pada awal jawaban sudah sesuai dengan jawaban teman saya. Hanya karena saya tidak PD saya ganti jumlahnya dan kemungkinan jawaban yang saya ganti itu salah.
Rasa penyesalan selaku menyala dalam hati saya. Saya menyesal dan rasnya ingin mengulangi UAS PA kali ini. Tetapi itu tidak mungkin. Saya hanya berdoa saja semoga diberi hasil yang menyenangkan meskipun ada laporan yang salah dan semoga juga yang salah hanya dalam laporan neraca saja. Ya saya harus melupakan itu sejenak. Harus menenagkan pikiran. UAS masih satu kali lagi. Dan itu banyak hafalan. Pengantar Ekonomi besok menanti.
Percaya diri adalah kunci kesuksesan. Itulah pepatah yang sering kita dengar. Apapun yang kita kerjakan berharap saja itulah yang terbaik dari yang kita lakukan.
@sukrisw

Minggu, 13 Januari 2013

Pengalaman yang Mengagetkan

Ketika Dada Terasa Sakit

Siang itu pada harI Sabtu tanggal 12 Januari 2013,  saya sedang berada di perpustakaan pusat Universitas Brawijaya. Tujuan saya ke perpus adalah menemani teman saya mencari materi tentang Akuntansi untuk Leasing. Saya dan teman saya yang bernama Pebra segera menuju ke rak kumpulan buku Akuntansi. Buku yang dicari merupakan karangan Kieso.
Buku demi buku kami cari di rak. Yap! Ketemu juga buku karangan Kieso. Tetapi buku ini sangat tebal. Kalau dikira-kira sekitar hampir 14 cm. Dan tentunya sangat berat. Kami ambil dua buku tebal itu yang berbeda warna, kuning dan oranye. Segera kami buka dan ternyata buku itu full English. Kami ketawa-ketawa kecil merasa ciut dengan buku itu. Kami tidak begitu paham dengan buku itu yang tebal dan semua berbahasa Inggris.
Buku-buku tebal kami masih taruh di meja. Kami cari buku yang lainnya yang tentunya berbahasa Indonesia agar bisa memahaminya. Sudah mendapatkan beberapa buku dan belum juga ada materi yang menyinggungnya. Saya segera mencari ke rak pada bagian yang paling bawah. Saya temukan buku karangan Kieso juga Edisi Ketujuh jilid 1 dan 2. Kami buka di meja dan setelah kami cari isinya tidak ada. Saya kembali ke rak yang tadi dan aku temukan buku yang sama tetapi ini jilid 3. Saya bawa ke meja, saya lihat daftar isinya dan saya temukan materi yang dicari, Akuntansi Untuk Leasing. Pebra sangat senang ketika buku yang dicari sudah ditemukan. Kenudian membawanya ke bawah untuk dipinjam.
Buku sudah ada di tas. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.52 dan tandanya sudah adzan. Memang sudah maka kami mencari masjid yang terdekat. Saya mempunyai inisiatif kalau sholat dzuhurnya di masjid Fatahillah Rektorat UB lantai 5. Kami datangi rektorat lantai 5 menuju ke masjid Fatahillah. Kami gunakan lift dan sampai juga di lanati 5. Kami belok kanan dan ku lihat masjid. Sepi, sunyi, hening. Tidak ada seorang pun di sekitar itu. Hanya kami berdua. Segera kami menuju pintu masjid yang barang kali tidak terkunci. Terkunci. Saya mengatakan kepada dia bahwa berarti setiap hari Sabtu dan Minggu masjid tidak dibuka. Keadaan seperti ini membuat kami harus mencari masjid yang lain. Saya mengusulkan untuk sholat di Student Center saja. Dia menyetujuinya dan segera kami turun dengan lift yang sama.
Kami masuk ke dalam lift dan saya menekannya ke lantai 1. Kami sedikit ngobrol tentang sesutau hal. Beberapa saat kemudian. Grekkk! Lift seperti akan jatuh. Lift seperti akan lepas landas. Lift bermasalah. Ada seperti hentakan dalam lift tersebut. Saya sendiri sangat kaget. Saya sangat takut sekali pada waktu itu. Bahkan saya akan berpegangan pada tangan Pebra takut kalau lift akan jatuh pikirku. Dada saya terasa sesak dan sakit. Saya dan Pebra mengucapkan istighfar. Setelah beberapa saat, lift kembali normal hingga kami berdua keluar dari lift yang akan bermasalah. Saya keluar masih dalam keadaan shock. Sangat sakit rasa dada yang berusaha saya tenangkan. Pebra justru mearasa tenang saja. Dia tidak sepanik yang saya rasakan. Dia malah bercanda dalam situasi yang seperti itu. “Dua mahasiswa UB meninggal di lift rektorat”, candanya sambil ketawa. Saya merasa heran saja. Tetapi, kami sangat bersyukur masih diberi keselamatan. Alhamdulillah.
Kami segera mengendarai motornya menuju ke SC (Student Center) untuk sholat dzuhur. Hari itu benar-benar merasa panik dengan kejadian di lift rektorat. Dalam hati saya berpikir, mengapa lift bisa seperti itu ya? Jawaban dari pertanyaan itu yang tidak bisa saya jawab. Yang penting kami masih diberi keselamatn pada waktu itu. Terima kasih ya Allah.
Dalam keadaan apapun memang kita harus tenang pikiran kita. Meskipun itu dalam kondisi yang hampir merenggut nyawa kita. Selanjutnya, bersyukurlah terhadap apapun yang kita nikmati di dunia ini.

Jumat, 11 Januari 2013

Small Party in Ocean Garden

 Pembubaran Panitia MIC

Malam tanggal 11 Januari 2013 ada small party di Ocean Garden. Acara ini merupakan acara pembubaran panitia Management In Care (MIC) yang sudah sukses dilaksanakan bulan lalu. Acara ini merupakan acara bakti sosial Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) periode 2012. Kembali ke acara di Ocen Garden, acara ini intinya makan bersama oleh semua panitia setelah acara pembubaran panitia.
Sebenarnya acara itu jadwalnya jam 6.30 pm. Namun, saya dan teman saya memutuskan untuk datang setelah sholat isya’. Saya nurut saja karena dia yang akan menjemput. Waktu sudah menunjukkan pukul 7.20 pm segera kami melaju ke lokasi yang dekat dengan SPBU Soekarno-Hatta. Tiba di Ocean Garden, kami berdua hanya melihat meja yang berantakan penuh dengan sisa makanan dan peralatan makan. Kami yang datang terlambat disorak-sorak teman-teman yang ada di OG. Perlu kalian ketahui bahwa panitia yang datang jumlahnya hanya sedikit. Itu juga bergerombol dengan teman sekelasnya. Sedang panitia senior mengumpul mejadi satu kelompok.
Kami yang datang terlambat kemudian memesan ayam bakar dan minuman teh hangat. Pesanan datang dengan ayam bakar, minuman, dan nasi. Kami berdua cuci tangan. Kami juga mengajak teman-teman makan dan mereka menjawab iya. Kami segera makan dengan lahap sambil mengobrol kecil dengan teman-teman mengenai banyak hal. Dari bisnis teman saya, masalah agama, KRSan, dan lain sebagainya. Perut sudah berisi. Kami melanjutkan ngobrol dengan topik yang berbeda.
Setelah beberapa waktu, ketua pelaksana MIC yang bernama mas Yaser, menyudahi pembicaraan kami. Dia mengajak kami semua untuk meninggalkan OG dan segera pulang. Kami semua berjabat tangan dan mengucapkan terima kasih. Pesta kecil sudah berakhir. Dengan begitu, panitia MIC sudah resmi dibubarkan. Panitia boleh bubar, tetapi persaudaraan antaranggota harus tetap dijaga.
Terima kasih buat makan gratisnya. Haha

 gambar. Logo Rumah Makan Ocean GARDEN
@sukrisw

Merindukan Puncak Gunung


Do you like adventure?

Setiap orang pasti punya hobi. Setiap hobi juga memiliki penilaian tersendiri terhadap hobi mereka. Yang sama dari mereka adalah mereka suka melakukan hal sebagai aktualisasi diri terhadap keinginan mereka. Selanjutnya, antara pria dan wanita memiliki sifat yang berbeda dari hobi tersebut. Kebanyakan pria suka dengan yang namanya tantangan, petualangan, dan hal yang keras. Berbeda dengan wanita yang biasanya suka dengan hobi yang ringan, tidak ekstrem, dan keputrian. Tetapi, banyak juga sekarang yang sebaliknya di mana pria takut tatangan dan wanita suka dengan hal-hal yang ekstrem. Katakanlah hiking atau mendaki. Pria dan wanita sudah sangat banyak melakukan kegiatan ini di bukit atau gunung.
Yap! Mendaki gunung yang ingin ceritakan pada sesi ini. Mendaki gunung bagi saya adalah hal yang sangat aku rindukan sampai selama ini. Sudah hampir 2 tahun belum merasakan angin gunung yang menusuk tulang. Semua kondisi di gunung memiliki arti tersendiri bagi saya. Dan kali ini dan sudah sejak lama saya ingin mendakinya lagi. Terserah gunung apa itu yang jelas gunung yang belum pernah aku daki. Suasana dingin dan pemandangan yang sangat aku rindukan. Kalau yang pasti ciptaan Allah SWT memang sempurna. Tidak ada yang sia-sia segala sesuatu yang diciptakan oleh-NYA.
Perlu kalian ketahui juga bahwa saya baru mendaki gunung 2 kali. Gunung Sindoro dan Gunung Merbabu. Pendakian gunung dilakukan di waktu SMA. Di SMA ada namanya ekskul pencinta alam, namanya IKSAPALA (Ikatan Siswa Pencinta Alam). Dan sekarang yang saya rindukan adalah mendaki gunung dengan teman-teman dan bukan karena ada suatu dorongan. Jadi maksudnya saya dan teman-teman ingin mendaki gunung karena kesadaran bersama dengan hobi yang sama. Sehingga, kami bisa berkumpul kembali seperti sedia kala waktu pendakian waktu SMA.
Perlu dicatat bahwa mendaki gunung itu sangat capek. Harus membawa perlengkapan yang banyak dan menggunakan tas ransel gunung yang besar. Di gunung itu dingin, harus bawa jaket yang bisa menghangatkan badan. Keluar uang banyak buat membeli banyak perlengkapan. Siapkan fisik dan mental. Dan yang pasti tidak memiliki penyakit ashma dan sebagianya. Kalian tahu, kondisi udara di gunung kandungan oksigen semakin kecil. Pada awal pendakian, kalian akan sangat merasakan rasa capek yang luar biasa. Bahkan mungkin saya pernah berpikiran untuk lebih baik pulang saja. Sudah tidak kuat lagi untuk mendaki lagi. Keputusasaan pada kondisi ini harus disemangati oleh anggota yang lain. Rasa seperti itu pasti akan muncul. Ya itu sebuah tantangan yang harus dihadapi. Tantangan bukan untuk ditinggalkan. Tantangan akan memberikan kepuasan yang tiada kira apabila kita berhasil menghadapi tantangan tersebut.
Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi pada saat perjalanan mendaki. Ada hujan yang mengguyur daerah gunung. Kita pasti kehujanan. Mau tidak mau kita harus mengeluarkan mantol kita dari ransel. Tantangan lagi, pada saat hujan, jalan bisa becek dan licin. Ini harus berhati-hati. tantangan yang lain masih menanti. Rasa capek pasti bertambah. Dengan begitu, kita bisa sebentar-sebentar berhenti untuk istirahat. Sebenarnya kalau kita kebanyakan istirahat bisa membuat kita malas untuk melanjutkan perjalanan lagi. Sebagai antisipasi, cukup berjalan dengan nyantai. Ada pepatah pendakian, “berhenti mendaki di gunung sama saja ingin mati”. Seperti yang telah aku katakan, berhenti walaupun sejenak sebenarnya telah mengurangi harapan kita untuk sampai ke puncak. Berhenti bisa membuat kita tertidur. Kalau kita tertidur, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sesuatu buruk bisa terjadi.
Kalau dalam kondisi lapar, segera memasak makanan saja. Biar energi bertambah dan kita bisa melanjutkan perjalanan memuncak. Perjalanan memuncak adalah hal yang sangat diharapkan banyak orang bagi mereka yang mendaki. Bagaimana tidak, puncak memiliki makna tersendiri. Bisa ke puncak seolah-olah bayaran atas segala sesuatau yang telah kita keluarkan, uang, tenaga, pikiran, dan waktu. Bayangkan saja kalau kalian berada di puncak gunung yang memiliki ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut. Kita bagaikan berenang di lautan awan. Dan pemandangannya, subhanallah, luar biasa indahnya. Ciptaan Tuhan memang selalu indah. Kita harus menyukuri keindahan alam ini. Keindahan alam yang tiada terkira.
Kondisi di puncaklah yang sangat aku rindukan. Aku sangat ingin bisa menikmati suasana di puncak gunung. Semua terasa berbeda dengan lingkungan kita di rumah. Di puncak ini, tidak ada sesuatu yang namanya ramai, kotor, bising. Di puncak itu kita seolah-olah merasakan indahnya surga. Semoga saja nanti kita bisa masuk surga. Amin. Di puncak gunung, kita akan bisa menemukan tumbuhan abadi. Edelweiss flower. Bungan ini tidak bagus-bagus amat. Namun, hanya bisa tumbuh di ketinggian tertentu. Kalian juga bisa melihat kawah gunung yang luar biasa bagusnya. Tetapi berhati-hati juga karena kawah bisa mengeluarkan gas beracun berupa belerang atau sejenisnya. Biasanya gas berbahaya itu muncul pada kondisi tertentu.
Puncak memiliki segala sesuatu dengan keindahan alamnya. Nah, keinginan saya untuk bisa mendaki gunung semoga saja bisa tercapai dalam waktu dekat ini. Hanya menunggu waktu yang tepat saja. ;) 
ini ada beberapa foto saat pendakian ke puncak gunung:
 gambar 1. memandangi lautan awan

 gambar 2. bergaya di dekat kawah gunung

 gambar 3. perjalanan hampir sampai di puncak

I really longed to climb the mountain to the peak.