Pages

Kamis, 10 Januari 2013

Opini Pendidikan "I Am Not Stupid Too"

Pendidikan Anak yang Tidak Sempurna

Setelah menonton film yang berjudul “I Am Not Stupid Too” aku seperti mendapatkan suatu ide yang akan saya tulis ini. Tentunya ini berhubungan dengan pendidikan sesuai tema yang ada dalam film tersebut.
Namun, kali ini saya akan menjelaskan secara ringkas isi dari film tersebut. Secara garis besar, film itu menjelaskan mengenai kehidupan anak yang dianggap selalu salah oleh kedua orang tuanya. Anak itu sangat dituntut oleh orang tuanya untuk menjadi orang yang pintar dan berprestasi dengan cara belajar yang rajin. Seorang tokoh yang bernama Tom adalah siswa SMP di SMP Negeri Singapura. Dia sangat pandai dalam mengelola blog bahkan pernah mendapatkan juara pertama dalam kontes blog. Namun orang tuanya tidak merasa berbangga atas prestasi anaknya itu. Bagi mereka prestasi yang diinginkan itu adalah prestasi akademik. Mendapatkan nilai yang bagus dan patuh kepada aturan yang ada di sekolahnya serta menuruti perintah orang tua.
Nasib tokoh yang bernama Chengcai juga bernasib sama dengan Tom. Chengcai sangat diharapkan oleh orang tuanya agar menjadi anak yang rajin belajar dan tidak nakal. Akan tetapi, nasib Chengcai lebih buruk daripada Tom. Dia dari keluarga miskin. Kemudian, seringkali ia dipukuli oleh orang tuanya. Padahal ia memiliki bakat beladiri. Ia paling jago berkelahi dengan orang lain.
Nasib bertambah buruk ketika Tom kena pelanggaran cambuk dan Chengcai dikeluarkan dari sekolahnya. Begini ceritanya, pada saat razia handphone, guru Pak Fu memeriksa kelas Tom dan Chengcai. Pak Fu tiba digiliran Tom. Saat Tom akan menyerahkan Hpnya, tiba-tiba sebuah DVD porno jatuh dari bajunya yang disembunyikan. Secara refleks Pak Fu kaget dan penasaran DVD apa itu. Kemudian teman-teman segera menendang DVD itu agar tidak kena kepada Pak Fu. Sia-sia saja usaha yang dilakukan. Terjadi perdebatan antara Chengcai dan Pak Fu. Akhirnya mereka berdua  berkelahi. Tidak lama semua guru mendatangi kejadian itu. Keputusan akhirnya, Tom dicambuk dan Chengcai dikeluarkan dari sekolah.
Pada akhir cerita, kedua pemuda itu berubah dan ingin menjadi orang yang lebih berguna terutama bagi kedua orang tuanya. Kisah mereka berdua akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya. Tom semakin disayang oleh orang tuanya. Tom juga semakin berubah menjadi anak yang lebih baik. Demikian juga Chengcai yang akhirnya diterima kembali ke sekolah yang dulu. Bahkan dia bisa mencetak juara Internasional bidang beladiri. Dia bisa membanggakan sekolahnya dengan juaranya. Kini, mereka sudah memiliki kehidupan mereka masing-masing.
Seperti itulah garis besar isi film “I Am Not Stupid Too”. Dari film tersebut, kita sangat dididik untuk menjadi orang yang berguna. Kita juga harus menyadari bahwa bakat dan minat seseorang itu berbeda-beda. Orang tua yang memegang peranan penting harus memerikan pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya. Orang tua tidak seharusnya mendidik anak-anaknya dengan kekerasan seperti dalam tokoh Chengcai yang sering kali dipukuli oleh ayahnya. Kita tahu bahwa mendidik dengan kekerasan sama saja mendidik anak itu agar menajdi keras juga. Akibatnya ia juga akan menjadi orang yang keras. Menjadi orang keras kepala. Namun dia masih bisa mengontrol dirinya. Mendidik anak itu layaknya membuat suatu anyaman dari benang yang masih berupa helaian benang menjadi suatu anyaman yang memiliki nilai keindahan dan kesabaran. Dengan begitu, mendidik anak itu harus dengan kesabaran untuk mendapatkan hasil suatu sifat anak yang mulia. Sebagai orang tua juga harus meluangkan waktunya secara khusus untuk anak-anaknya. Kasih sayang orang tua sangat dibutuhkan oleh seorang anak untuk mendapatkan perlindungan dari bahaya yang mengancamnya.
Kita juga tidak jarang melihat di sekeliling kita bahwa anak-anak sudah salah dalam bergaul. Anak-anak seharusnya benar-benar diperhatikan. Anak-anak merupakan generasi bangsa yang harus dididik menjadi insan yang berharga. Banyak anak zaman sekarang yang sudah tahu apa itu pacaran, hubungan bebas, bahkan hingga pembunuhan. Mereka sangat peka terhadap hal-hal yang baru. Informasi semacam itu sering mereka dapatkan dari tayangan televisi maupun film. Tayangan dan film yang ditayangkan kurang pas untuk anak-anak sangat memicu mereka untuk mencobanya dalam kehidupan mereka. Mereka sangat terpengaruh terhadap hal-hal yang belum dimengertinya.
Peran sekolah juga sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak yang menjadi peserta didiknya. Peran sekolah membentuk perilaku siswa menjadi lebih dewasa dan peduli terhadap lingkungannya. Seorang guru juga harus memberi contoh kepada siswanya dengan berperilaku yang baik. Tidak seperti guru dalam film “I Am Not Stupid Too” bernama Pak Fu yang sering marah-marah kepada siswanya. Akhirnya para siswa sangat malas diajar sama Pak Fu. Seorang guru juga harus memberi pembelajaran yang kreatif dan terpadu. Seorang guru juga harus bisa memberi motivasi kepada siswanya untuk belajar dan memahami lingkungannya.
So, kita sebagai pelajar atau mahasiswa harus bisa berpikir yang dewasa. Yang peduli terhadap lingkungannya, belajar yang rajin, dan mematuhi segala aturan yang harus ditaati. Perlu diingat juga bahwa kita harus patuh kepada orang tua selama perintah atau nasihat itu benar. Kalau mereka salah kita harus memperingatkannya dengan cara yang halus. Selanjutnya, apabila Anda sebagai orang tua, sayangilah anak Anda. Anak Anda adalah harta yang paling berharga. Bentulah mereka agar menjadi manusia yang berguna. Menjadi orang yang pintar dan tidak nakal. Perhatikan minat dan bakat anak Anda. Jangan sampai perlakuan Anda membuat minat dan bakat anak Anda terbunuh. Kemudian, sebagai seorang guru harus bisa memperhatikan potensi anak didiknya. Beri mereka pengertian yang bisa memotivasi mereka agar potensinya bisa berkembang. Buatlah peserta didiknya merasa nyaman saat belajar di sekolah.
Terakhir dari saya, tetap tersenyum kepada siapa saja yang Anda temui meskipun Anda sedang dirundung masalah. Dengan senyum menunjukkan bahwa Anda memiliki pribadi yang tenang dan sabar!
@sukrisw

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar