Pages

Kamis, 03 Januari 2013

UAS part TWO


MatBis Makes Me Nervous


             UAS yang kedua kali ini adalah Matematika Bisnis. Seperti yang sudah saya ceritakan mengenai MatBis sebelumnya, ternyata soal ujiannya cukup mengerutkan dahi walau hanya sementara. Bahkan ketika pertama kali melihat soal ujiannya, sangat berharap nanti bisa mengerjakan semua soal. Dan ternyata memang benar bagi saya sudah mengerjakan semua soal yang berjumlah tiga butir dengan bercabang. Perlu kalian ketahui bahwa meskipun saya sudah mengerjakan semua soal, nomor satu jawabannya ngawur. Saya belum belajar bagian cara membuat fungsi permintaan dan penawaran. Dan untuk bagian yang itu benar-benar lupa. Akhirnya semua saya serahkan kepada Allah SWT dan berharap nanti mendapatkan nilai yang memuaskan untuk mata kuliah MatBis.
Bercerita tentang teman-teman saya, kelas BA, mereka juga terlihat sama seperti saya yang hanya bisa bilang pasrah. Yang penting sudah berusaha mengerjakan maksimal. Untuk teman-teman tertentu yang memang jago dalam MatBis, pasti mereka merasakan ketenangan. Andaipun tegang pasti tak setegang mereka dan saya di dalamnya. Di ruangan kelas D.1 gedung D Manajemen FEB UB, semua penghuni kelas terlihat sunyi sibuk dengan pekerjaan mereka yaitu mengerjakan soal ujian MatBis. Ketika saya sedang mengerjakan soal, saya tersentak kaget karena salah satu pengawas membawa secarik kertas yang menurut mereka adalah kertas sontekan. Kemudian pengawas memberi peringatan kepada penghuni ruangan itu agar selalu jujur dalam mengerjakan ujian. Dan selang beberapa waktu, pengawas yang sama membawa kertas kecil yang diduga sontekan. Suasana kembali hening ketika pengawas mengatakan bahwa waktu ujian tinggal 10 menit lagi.
Waktu habis. Semua penghuni segera meninggalkan ruangan ujian. Yang pasti terjadi adalah rasa sedikit kecewa karena semua soal kurang mulus dikerjakan. Mereka banyak yang mengeluh mengapa soalnya susah. Soal yang keluar tidak terduga. Gampang bagi orang yang sudah paham semua materi dalam materi MatBis ini. Yang jelas, sekarang bukan saatnya untuk memikirkan ujian MatBis. Ujian yang lain masih antri menunggu waktu tiba. Masih ada lima ujian mata kuliah yang harus kami kerjakan nanti.
Di luar ruangan, ketika salah seorang teman bertanya milik siapa kertas yang diambil oleh pengawas, seseorang mengatakan bahwa itu kertas milik dia. Dia menjelaskan bahwa itu bukan kertas sontekan. Itu kertas kecil buat belajar sebelum ujian berlangsung. Karena dia tidak membawa tas, makanya kertas itu ia selipkan di bawah meja. Dia menjelaskan pula kertas yang diselipkan di bawah meja jatuh. Dia tidak tahu kalau kertas itu jatuh. Dia juga sempet kaget karena dia dikira menyontek. Kertas yang satunya ternyata milik teman saya yang berkaca mata. Katanya, dia sengaja membawa kertas kecil itu. Mungkin dia belum siap untuk ujian MatBis kali ini makanya dia seperti itu. Bagi dia tidak masalah. Dia merasa nyantai saja. Tidak perlu panik atau takut. Yang berlalu biarlah berlalu. Toh itu juga sudah risikonya.
Kesan buat ujian MatBis ini yaitu tidak menyangka soal ujian yang keluar seperti itu. Karena saya sudah banyak mempelajari dan latihan dan ternyata yang keluar hanya satu materi. Tentu saja dua nomor yang lainnya kebingungan. Ujian ini membuat kurang tenang pikiran. Tetapi berharap saja semoga kami bisa mendapatkan nilai yang bagus untuk semua mata kuliah termasuk MatBis. Sekarang waktunya bertawakal menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.
Ujian Pendidikan Agama Islam juga sudah menanti untuk esok hari pada jam dan tempat yang sama. Perlu kalian ketahui bahwa materinya itu cukup banyak. Ada lebih dari lima bab. Tetapi yang terpenting kita harus mempersiapkannya selagi waktu masih tersedia untuk memahaminya. Apalagi kita juga beragama Islam. Saya yakin materi agama itu juga ada yang berkaitan dengan kehidupan kita. Jadi, ujian mata kuliah Pendidikan Agama Islam harus bisa!
Persiapkan segala sesuatu dengan matang!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar