Pages

Selasa, 23 April 2013

Mentoring Win Win Solution

Mentoring Win Win Solution oleh dr. Fajar Nazri

KETELADANAN ADALAH KUNCI KEPEMIMPINAN
BETAPA BANYAK HATI TERBUKA OLEH SENYUMAN
Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu bersyukur atas seluruh nikmat.

Dijelaskan ada beberapa hal yang merupakan hambatan dalam mengajar:
1. Malas Membaca 
2. Menggugurkan kewajiban
3. Tidak kreatif
4. Tidak dekat dengan mentee
5. Negative thinking
6. Suka Menunda
7. Tidak mau introspeksi

Kemudian, kiota sebagai calon mentor harus mengerti apa urgensi dari membina itu. Sesuai dengan penjelasan Ustadz Fajar Nazri, urgensi dari membina adalah
1. Merupakan sunnah
    "Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat" (HR. Bukhari)
2. Sarana wasilah dakwah
3. Merupakan salah satu ciri generasi robbani, seperti yang terdapat dalam Q.S. Al Imran ayat 29
4. Akan selalu dikehendaki Allah dalam kebaikan
5. Termasuk orang-orang yang beruntung
6. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
7. Amal yang tidak terputus, walaupun ia telah tiada
8. Selalu berada di jalan Allah SWT

Setelah kita mengetahui apa urgensi mengajar itu yang mana merup[akan salah satu yang harus seorang mentor kuasai, kita juga perlu penguasaan beberapa kompetensi, seperti:
1. Content expert, yang meliputi baca-tulis Al Qur'an, Fiqih dasar, dan lain-lain.
2. Model expert, yaitu bagaimana kita nantinya menjadi tauladan bagi mentee, berperilaku baik
3. Social expert, bagaimana kita bisa memahami kondisi di sekitar kita untuk peduli sesama 
4. Managerial expert, penguasaan bagaimana kita mengatur sesuatu yang harus kita lakukan
5. Transfer Knowledge expert, ini merupakan hal yang penting yang harus dikuasai oleh seorang calon mentor. Mentor harus bisa berbagi ilmu atau pengetahuan terkait agama Islam, Pengetahuan umum, informasi, kuliah, dan lain-lain.

Komunikasi dakwah harus benar-benar menjadi pokok penting bagi seseorang yang ingin menjadi mentor. Dengan komunikasi yang baik, berarti apa yang kita sampaikan sebagai sarana dakwah bisa tersampaikan dengan tepat dan ramah. hikmahnya adalah kita harus bisa berbicara dengan bahasa yang dipahami oleh mentee dengan kapasitas intelektualnya.

Public Speaking juga harus dimiliki oleh seorang mentor. Ini akan menentukan apakah materi atau informasi yang kita sampaikan bisa tersalurkan kepada menteenya dengan bahasa yang mudah dipahami. Tiga aspek penting yang harus disiapkan dalam public speaking adalah
  1. merumuskan pesan
  2. memahami pendengar
  3. mengomunikasikan pesan dengan tepat
Lalu pertanyaannya sekarang adalah bagaimana caranya kita mempengaruhi mentee? 
dalam penyampaian materi Minggu lalu, ustadz dr. Fajar menyampaikan caranya mempengaruhi mentee, yaitu dengan
1. Berikan hiburan, ini dengan tujuan agar tidak bosan, suasana nyaman, dan fokus
2. Berikan informasi, informasi ini bisa terkait dengan informasi beasiswa, info diskon, kuliner enak,  wisata bagus, dan lain-lain
3. membagi pengalaman yang memotivasi mentee, ini berguna untuk membuat mentee agar tetap semangat dalam menjalani hidup, mentee menjadi lebih memaknai hidup sebagai jalan menuju kebaikan
4. memberikan inspirasi, ini berkaitan dengan perilaku seorang mentor bahwa harus bisa menjadi teladan bagi menteenya, berusaha jujur dalam melaksanakan aktivitas,
5. dan melaksanakan perubahan/transforasi, ini maksudnya adalah kegiatan mentoring yang dilakukan harus bisa membawa dampak yang positif kepada mentor dan menteenya, terjadi perubahan hidup yang lebih baik, terjadi peningkatan iman dan taqwa, dan lain-lain.

Ada tiga pilar dalam komunikasi yang bisa berpengaruh terhadap menteenya, adalah sebagai berikut
1. Isi pembicaraan (content) 7%
2. Intonasi Suara (voice tone) 38%
3. Fisiologis (bahasa tubuh) 55%
dari pilar di atas, dapat dikatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam menyampaikan pesan dan informasi. 
maka dari itu, perlunya seorang mentor bisa bersikap dinamis dalam berbicara dan memperhatikan kontrol tubuh, gerakan, kontak mata, dan variasi vokal.

Kesimpulan: Sebenarnya mudah untuk menjadi mentor yang baik, hanya saja kita harus belkajar untuk mempersiapkan menjadi mentor untuk menteenya. ^_^






Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar