Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is me and friends from Kebumen

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka

This is me and friends at top of Sindoro mountain

terhampar dalam kelembutan nuansa sang awan berarak putih ....yang tertegun menatap bayang diriku di puncak gunung ini.....

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Vacation

yeah, we are happy :D

Minggu, 21 Juli 2013

Korupsi Memiskinkan, Zakat Mensejahterakan

Korupsi Memiskinkan, Zakat Mensejahterakan

اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Selamat sore untuk semua saudaraku. Selamat menjalankan rutinitas masing-masing. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan berkah-Nya sore ini.

kali ini saya akan membagikan artikel yang membahas tentang korupsi dan zakat.

Korupsi Memiskinkan, Zakat Mensejahterakan

Manusia memiliki sifat baik dan buruk dalam dirinya. Dominasi kebaikan akan membawa seseorang tersebut menjadi manusia yang mulia, sedang sikap buruk akan menjerumuskan manusia untuk melakukan berbagai tindak criminal. Tindakan buruk itu bukan saja dilakukan oleh orang yang bodoh, namun juga banyak melanda mereka yang dikatakan berpendidikan. Yang paling nyata dan sering didengar akhir-akhir ini adalah tindakan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Paket kejahatan ini lebih banyak melibatkan orang-orang yang pintar, pengusaha, dan memiliki kekuasaan, melalui kongkolikong uang Negara yang aslinya uang rakyat mereka keruk. Uang yang ditimbun dari hasil mencuri tidak akan habis sampai tujuh turunan, bahkan ketika mereka tertangkap aparat dan dipenjara, uang hasil rampok itu masih tetap banyak.

Uang-uang itu sejatinya hak seluruh masyarakat, namun akibat keserakahan dan tabiat buruk menjadikan Negara tidak terkelola dengan baik. Yang menjadi korban sudah tentu masyarakat. Jika itu berlanjut maka kemiskinan sudah bisa dipastikan menjadi penyakit akut di masyarakat. Inilah bukti nyata dari kejahatan korupsi yang membuat masyarakat luas menderita dalam kemiskinan.

Dimasa Rasulullah SAW ada seorang sahabat Nabi yang menyembunyikan tali sepatu dari hasil perang, tindakan khulul (korupsi) dari barang milik publik ini tidak dapat dibenarkan. Rasulullah menolak untuk menyolatkan jenazah lelaki bani Asyja’ itu, “Seutas tali sekalipun akan menjadi api neraka atau dua utas talipun akan menjadi api neraka (seandainya tidak dikembalikan). (HR. Bukhari)

Di pandang dari sisi apapun tindakan korupsi tidak dapat dibenarkan, secara ekonomi ia merusak sendi kemakmuran masyarakat, dari sisi sosial korupsi merupakan tindakan amoral, dari sisi akhlak kelakuannya tidak mencerminkan tabiat manusia. Dari kacamata agama apa yang dimiliki dari korupsi akan menjadi bara api neraka di akhirat, kesengsaraan di dunia dan tidak memiliki iman dalam diri.

Rasulullah bersabda, “Hai manusia, barang siapa yang menjalankan tugas untuk kami, lalu dia menyembunyikan  dari kami barang sekecil jarum atau lebih, maka apa yang disembunyikannya itu adalah kecurangan (korupsi) yang kelak akan dibawa pada hari Kiamat” (HR. Muslim dan Ahmad).

Jika korupsi mengambil harta Negara yang sejatinya milik rakyat maka zakat adalah sebaliknya, zakat adalah harta pribadi yang diperoleh dengan cara halal dan kemudian dikeluarkan sebagian harta itu untuk kemaslahatan masyarakat umum. Zakat menyaratkan berasal dari harta yang halal, sedang harta yang haram wajib untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Zakat dari harta haram bertolak dan tidak membersihkan harta.

Di negeri yang sedang tumbuh ekonominya seperti Indonesia, dengan komunitas muslim terbesar di dunia potensi kemakmuran masyarakat dari zakat belumlah tergali maksimal, sampai akhir 2012 dana yang terkumpul diperkirakan mencapai 1,5 trilyun padahal potensi zakat yang belum terhimpun menembus angka 200 trilyun. “Jika potensi itu benar-benar kita gali dan kelola maka saya yakin kita dapat mengentaskan kemiskinan dengan cepat,” Ujar Didin Hafihuddin, Ketua Umum BAZNAS.

Tentu perlu kerja lebih keras lagi untuk mensejahterakan masyarakat, tanggung jawab itu haruslah dipikul baik oleh pemerintah ataukah ummat Islam sendiri. Potensi zakat yang besar perlu terus di upayakan untuk mewadahinya, selain regulasi dari pemerintah berupa undang-undang untuk mewajibkan zakat, upaya penyadaran dan sosialisasi harus terus di lakukan oleh kalangan ummat Islam sendiri.

Dengan  terlaksananya zakat, tentu akan lebih banyak orang miskin yang semakin berdaya, mengentaskan diri dari kemiskinan menuju hidup yang sejahtera. Semakin banyak pula, orang kaya yang peduli dan tidak hanya mengukur bahagia dari limpahan harta, namun zakat mengajarkan esensi sejahtera lahir dan batin. Sedangkan korupsi menyumbat pintu rezeki dan seberapapun banyaknya tidak akan memuaskan pelakunya. Padahal sejatinya harta,sedikit cukup, banyakpun habis.

Jadi, marilah menunaikan zakat agar bisa membantu menentaskan kemiskinan di Indonesia, karena
korupsi memiskinkan, namun zakat mensejahterakan.

Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita, semoga
bermanfaat.

sumber

Sebab-Sebab Ampunan Di Bulan Ramadhan

Sebab-Sebab Ampunan Di Bulan Ramadhan

Dalam bulan Ramadhan banyak sekali sebab-sebab turunnya ampunan. Di antara sebab-sebab itu adalah :

Melakukan puasa di bulan ini.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu. "(Hadits Muttafaq 'Alaih)

Melakukan shalat tarawih dan tahajiud di dalamnya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi ruasallam bersabda: "Barang siapa melakukan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih)

Melakukan shalat dan ibadah lain di malam Lailatul Qadar.

Yaitu pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ia adalah malam yang penuh berkah, yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'anul Karim. Dan pada malam itu pula dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat di malam Lailatul Qadar kavena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu . (Hadits Muttafaq 'Alaih)

Memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka. " (HR. Ibnu Khuzaimah (dan ia menshahihkan hadits ini), Al-Baihaqi dan lainnya).

Beristighfar : Meminta ampunan serta berdo'a ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika makan sahur. Do'a orang puasa adalah mustajab (dikabulkan), baik ketika dalam keadaan puasa ataupun ketika berbuka Allah memerintahkan agar kita berdo'a dan Dia menjamin mengabulkannya.

Allah berfirman :"Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya untukmu "(Ghaafir: 60),Dan dalam sebuah hadits disebutkan:

"Ada tiga macam orang yang tidak ditolak do'anya. Di antaranya disebutkan,"orang yang berpuasa hingga ia berbuka" (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa'i dan Ibnu Majah). (Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih mereka masing-masing, dan At-Tirmidzi mengatakannya hadits shahih hasan.)

Karena itu, hendaknya setiap muslim memperbanyak, dzikir, do'a dan istighfar di setiap waktu, terutama pada bulan Ramadhan, ketika sedang berpuasa, berbuka dan ketika sahur, di saat turunnya Tuhan di akhir malam. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tuhan kami Yang Mahasuci dan Maha tinggi turun pada setiap malam ke langit dunia, (yaitu) ketika masih berlangsung sepertiga malam yang akhir seraya berfirman "Barangsiapa berdo'a kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuknya, barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. " (HR.Muslim).

Di antara sebab-sebab ampunan yaitu istighfar (permohonan ampun) para malaikat untuk orang-orang berpuasa, sampai mereka berbuka. Demikian seperti disebutkan dalam hadits Abu Hurairah di muka, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Jika sebab-sebab ampunan di bulan Ramadhan demikian banyak, maka orang yang tidak mendapatkan ampunan di dalamnya adalah orang yang memiliki seburuk-buruk nasib. Kapan lagi ia mendapatkan ampunan jika ia tidak diampuni pada bulan ini? Kapan dikabulkannya (permohonan) orang yang ditolak pada saat Lailatul Qadar? Kapan baiknya orang yang tidak menjadi baik pada bulan Ramadhan ?

Dahulu, ketika datang bulan Ramadhan, umat Islam senantiasa berdo'a :

"Ya Allah, bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir maka serahkanlah ia kepada kami dan serahkanlah kami kepadanya Karuniailah kami kemampuan untuk berpuasa dan shalat di dalamnya, karuniailah kami di dalamnya kesungguhan, semangat, kekuatan dan sikap rajin. Lain lindungilah kami didalamnya dari berbagai fitnah '

Mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar bisa mendapatkan Ramadhan, dan selama enam bulan (berikutnya) mereka berdo'a agar puasanya diterima. Di antara, do'a mereka itu adalah :

"Ya Allah serahkanlah aku kepada Ramadhan, dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya daripadaku dengan rela." (Lihat Lathaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab, him. 196-203.)

sumber

Puasa dan Kesehatan Fisik

Puasa dan Kesehatan Fisik

Puasa adalah sebuah ujian bagi semua umat muslim, di dalamnya terkandung banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Puasa tidak saja merupakan sebuah kewajiban yang mengharuskan kita menahan dari waktu imsak hingga maghrib, tetapi tentu ada manfaat lain yang bisa anda dapat dalam menjalan ibadah puasa, diantaranya dalam hal kesehatan.
Beberapa hal yang bisa anda dapatkan dalam berpuasa adalah:

Pertama, puasa dapat menurunkan berat badan anda. Dengan puasa tentu saja kita tidak akan makan dan minum selama hampir 12 jam. Dalam waktu itu, tentu saja tidak ada pasokan energi yang masuk dalam diri kita dan tentunya pasti kita akan merasakan lapar dan dahaga. Kemudian, jika hal ini terjadi, pasti tubuh kita akan mencari sumber energi lain berupa lemak dalam diri kita. Hal inilah yang menyebabkan berat badan tubuh kita turun sekitar 4-5 kg selama bulan ramadhan. Puasa juga merupakan sarana yang baik bagi anda yang memiliki masalah dengan berat badan, tetapi belum dapat menemukan cara yang tepat.

Kedua, puasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Pada saat kita berpuasa beberapa organ dalam tubuh kita dapat beristirahat sehingga metabolisme dalam tubuh pun tidak seaktif di bulan yang lain. Hal ini tentu saja menambah daya tahan sistem imun kita karena puasa akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun yang dapat membahayakan tubuh dan membuangnya.

Ketiga, puasa dapat mencegah diri dari stroke. Hal ini terjadi karena puasa dapat memperbaiki kadar kolesterol darah. Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan HDL ( high density lipoprotein atau kolestrol baik) dan menurunkan lemak trigliserol (pembentuk kolesterol LDL -low density lipoprotein- yang merusak kesehatan atau kolestrol jahat) sehingga memiliki peluang yang lebih kecil untuk terkena stroke.

Keempat, puasa dapat menjaga Kadar Gula Dalam Darah. Puasa sangatlah bagus untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Mengapa? Karena dengan berpuasa, kita mengistirahatkan kelenjar pankreas. Kelenjar pankreas berfungsi dalam pengaturan insulin. Hal inilah mengapa puasa sering digunakan sebagai obat mujarab menghalau penyakit akibat seperti diabetes yang diakibatkan kadar gula dalam darah.

Kelima, puasa dapat mengistirahatkan alat pencernaan. Dengan berpuasa maka kita tentu tidak makan dan minum sehingga apa alat pencernaan kita bisa istirahat sehingga dapat mengurangi penyakit pencernaan seperi kanker usus atau sakit lambung.

Anda sudah tahu manfaat berpuasa? Oleh karena itu berpuasalah dengan baik dan benar sesuai dengn kaidah kesehatan dan agama. 


sumber

Ramadhan, Bulan Kesabaran dan Solidaritas

Ramadhan, Bulan Kesabaran dan Solidaritas

Diantara sebutan bulan Ramadhan adalah Syahr Ash-Shabr dan Syahr Al-Muwasah. Syahrul shabr bermakna bulan penempaan kesabaran atau melaksanakan perintah ibadah puasa itu sendiri adalah bukti kesabaran, karena menurut ulama ruang lingkup kesabaran itu beragam. Diantaranya; sabar dalam menjalankan semua perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga ajal menjemput, sabar dalam menghadapi musibah atau situasi yang tidak diharapkan dan lain-lain.

Menjelang bulan kesabaran ini pemerintah membuat sebuah kebijakan yang tidak diharapkan rakyat -setidaknya begitu menurut hasil survei- yakni menaikkan harga BBM dari Rp 4.500/liter menjadi Rp6.500/liter. Akibatnya, harga kebutuhan pokok merangkak naik, biaya transportasi juga demikian, daya beli masyarakat jadi terpukul, singkatnya biaya hidup semakin mahal, apalagi bagi mereka yang masih sulit meningkatkan pendapatannya. Semestinya kenaikkan harga BBM bukanlah solusi kalau pemerintah mampu meningkatkan kinerja. Seperti disampaikan para pakar, kinerja pemerintah di sektor migas sangat lemah, 85 % aset migas dikuasai swasta baik swasta asing maupun dalam negeri. Tapi ya.. sudahlah bersabar saja, karena bersabar dalam kondisi pahit itu bisa menjadi obat sambil juga berupaya berbuat untuk melahirkan pemerintah yang lebih baik. Kuatkan kesabaran dengan syahru shabr ini, karena sabar inti pertahanan hidup.

Selanjutnya Syahr Al-Musawah, bermakna bulan solidaritas. Di bulan Ramadhan sangat kental dengan nilai kebersamaan ditandai dengan puasa dimulai diawal yang sama yaitu terbit fajar, dan diakhiri saat yang sama pula yaitu saat terbenamnya matahari. Ditambah lagi di bulan ini juga diwajibkan membayar zakat firah. Artinya kebersamaan atau solidaritas juga ditunjukkan dengan kepedulian nyata utuk berbagi dengan sesama. Ini jugalah yang semestinya menjelma dalam seluruh denyut kehidupan sosial. Efek kenaikkan BBM akan menyisakan mereka yang “pas-pasan” saat bersahur atau bahkan sulit sama sekali, begitu juga saat berbuka karena harga-harga tak terjangkau.Dalam konsep solidaritas/ukhwah Islamiyah diajarkan kepada setiap muslim agar memastikan jangan sampai saat ia kekenyangan sementara tetangganya kelaparan.

Maka dapat dipahami, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merekomendasikan salah satu amal utama di bulan solidaritas ini adalah memberi makan untuk mereka yang berbuka puasa.

“Siapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, ia mendapat pahala seperti pahalanya, tanpa sedikitpun mengurangi pahala orang yang berpuasa itu”, demikian titah Baginda yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Cinta Rasul? Mari Amalkan! Wallahu’alam []

sumber

Memahami Kembali Gramatika Ramadhan

Memahami Kembali Gramatika Ramadhan

Ada yang sangat menarik dari setiap akhir  ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadhan. Ayat 183-187 surah Albaqarah diakhiri dengan fi'il Mudhari' (present dan future tense). Misalnya, ayat 183 yang diakhiri dengan la'allakum tattaqun, lalu in kuntum ta'lamun (184), la'allakum tasykurun (185), la'allahum yarsyudun (186), dan la'allahum yattaqun (187).

Menurut gramatika bahasa Arab, akhir ayat-ayat tersebut mengandung arti bahwa puasa itu harus berwawasan masa kini dan mendatang. Ketakwaan itu mengawali, menyertai, mengakhiri, sekaligus menindaklanjuti Ramadhan.

Kecuali ayat 184, ayat-ayat lainnya dirangkai dengan kata la'alla yang menunjukkan arti harapan (tarajji). Artinya, Ramadhan harus menjadi bulan penuh harapan  menuju perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik dan bermakna.

Pertama, harapan menjadi orang bertakwa (la'allakum tattaqun). Dalam menafsirkan ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa 'mudah-mudahan kalian semua dapat menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.' Karena orang yang berpuasa itu mestinya antimaksiat. Makan dan minum saja tidak mau (di siang hari), apalagi maksiat?

Kedua, harapan menjadi orang yang berilmu (in kuntum ta'lamun). Ilmu harus menjadi dasar bagi kita dalam menggali makna dan rahasia puasa. Sebaliknya, puasa hendaknya mengantarkan kita untuk selalu menggali dan mengembangkan ilmu. Ilmu dan takwa menjadi 'identitas' Muslim.

Ketiga, harapan menjadi orang yang pandai bersyukur (la'allakum tasykurun). Bersyukur merupakan nilai positif dan konstruktif bagi orang yang berpuasa, karena ketika merasa letih, lapar, haus, dan dahaga, lalu pada saat berbuka dapat menikmati apa yang menjadi hak mulut dan perutnya, rasa gembira itu terekspresikan luar biasa indah. "Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat bertemu Tuhannya di akhirat kelak." (HR Thabrani).

Keempat, harapan menjadi orang yang berada dalam kebenaran (la'allahum yarsyudun). Berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah merupakan prasyarat yang mengantarkan seseorang itu memperoleh jalan kebenaran dalam menjalani kehidupan ini.

Harapan itu harus dipenuhi dengan ketaatan dan kesungguhan dalam berdoa, dengan sungguh-sungguh meminta kepada Allah dan bukan pada yang lain.

Kelima, harapan menjadi orang yang bertakwa (la'allahum yattaqun). Menjadi orang yang bertakwa harus tahu diri, tahu batas, dan tahu yang pantas. Tahu diri artinya bisa mengendalikan hawa nafsu, tahu batas berarti mengetahui larangan-larangan Allah, dan tahu yang pantas artinya berusaha untuk menampilkan performa diri yang terbaik sesuai dengan batas kemampuannya.

Dengan memahami gramatika Ramadhan ini, kita perlu memaksimalkan harapan-harapan baik kita dengan membuat perencanaan dan target yang jelas sehingga Ramadhan kali ini, membuahkan transformasi dan spiritualisasi diri ke arah peningkatan iman dan takwa yang bermakna.
sumber

Agar Ramadhan Penuh Rahmat, Berkah dan Bermakna

Agar Ramadhan Penuh Rahmat, Berkah dan Bermakna


Banyak hikmah yang bisa kita petik di bulan suci dan mulia ini, yang semuanya mengarah pada peningkatan makna kehidupan, peningkatan nilai diri, maqam spiritual, dan pembeningan jiwa dan nurani.
Kewajiban puasa ini bukan sesuatu yang baru dalam tradisi keagamaan manusia. Puasa telah Allah wajibkan kepada kaum beragama sebelum datangnya Nabi Muhammad Saw. Ini jelas terlihat dalam firman Allah berikut, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan tujuan final dari disyariatkannya puasa, yakni tergapainya takwa. Namun, perlu diingat bahwa ketakwaan yang Allah janjikan itu bukanlah sesuatu yang gratis dan cuma-cuma diberikan kepada siapa saja yang berpuasa. Manusia-manusia takwa yang akan lahir dari "rahim" Ramadhan adalah mereka yang lulus dalam ujian-ujian yang berlangsung pada bulan diklat itu.

Tak heran kiranya jika Rasulullah bersabda, "Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkn apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan haus" (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah). Mereka yang berpuasa, namun tidak melakukan pengendapan makna spiritual puasa, akan kehilangan kesempatan untuk meraih kandungan hakiki puasa itu.

Lalu apa yang mesti kita lakukan? Beberapa hal berikut ini mungkin akan bisa membantu menjadikan puasa kita penuh rahmah, berkah, dan bermakna:

Pertama, mempersiapkan persepsi yang benar tentang Ramadhan.

Bergairah dan tidaknya seseorang melakukan pekerjaan dan aktivitas, sangat korelatif dengan sejauh mana persepsi yang dia miliki tentang pekerjaan itu. Hal ini juga bisa menimpa kita, saat kita tidak memiliki persepsi yang bernar tentang puasa.

Oleh karena itulah, setiap kali Ramadhan menjelang Rasulullah mengumpulkan para sahabatnya untuk memberikan persepsi yang benar tentang Ramadhan itu.

Rasulullah bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian pada para malaikat-Nya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini." (HR. Ath-Thabrani) .

Ini Rasulullah sampaikan agar para sahabat - dan tentu saja kita semua - bersiap-siap menyambut kedatangan bulan suci ini dengan hati berbunga.

Maka menurut Rasulullah, sungguh tidak beruntung manusia yang melewatkan Ramadhan ini dengan sia-sia. Berlalu tanpa kenangan dan tanpa makna apa-apa.

Persepsi yang benar akan mendorong kita untuk tidak terjebak dalam kesia-siaan di bulan Ramadhan. Saat kita tahu bahwa Ramadhan bulan ampunan, maka kita akan meminta ampunan pada Sang Maha Pengampun. Jika kita tahu bulan ini bertabur rahmat, kita akan berlomba dengan antusias untuk menggapainya. Jika pintu surga dibuka, kita akan berlari kencang untuk memasukinya. Jika pintu neraka ditutup kita tidak akan mau mendekatinya sehingga dia akan menganga.

Kedua, membekali diri dengan ilmu yang cukup dan memadai.

Untuk memasuki puasa, kita harus memiliki ilmu yang cukup tentang puasa itu. Tentang rukun yang wajib kita lakukan, syarat-syaratnya, hal yang boleh dan membatalkan, dan apa saja yang dianjurkan.

Pengetahuan yang memadai tentang puasa ini akan senantiasa menjadi panduan pada saat kita puasa. Ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk meningkatkan kwalitas ketakwaan kita serta akan mampu melahirkan puasa yang berbobot dan berisi. Sebagaimana yang Rasulullah sabdakan,  "Barang siapa yang puasa Ramadhan dan mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka itu akan menjadi pelebur dosa yang dilakukan sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi).

Agar puasa kita bertabur rahmat, penuh berkah, dan bermakna, sejak awal kita harus siap mengisi puasa dari dimensi lahir dan batinnya. Puasa merupakan "sekolah moralitas dan etika", tempat berlatih orang-orang mukmin. Latihan bertarung membekap hawa nafsunya, berlatih memompa kesabarannya, berlatih mengokohkan sikap amanah. Berlatih meningkatkan semangat baja dan kemauan.

Puasa akan melahirkan pandangan yang tajam. Sebab, perut yang selalu penuh makanan akan mematikan pikiran, meluberkan hikmah, dan meloyokan anggota badan.

Puasa melatih kaum muslimin untuk disiplin dan tepat waktu, melahirkan perasaan kesatuan kaum muslimin, menumbuhkan rasa kasing sayang, solidaritas, simpati, dan empati terhadap sesama.

Tak kalah pentingnya yang harus kita tekankan dalam puasa adalah dimensi batinnya. Dimana kita mampu menjadikan anggota badan kita puasa untuk tidak melakukan hal-hal yang Allah murkai.

Dimensi ini akan dicapai, kala mata kita puasa untuk tidak melihat hal-hal yang haram, telinga tidak untuk menguping hal-hal yang melalaikan kita dari Allah, mulut kita puasa untuk tidak mengatakan perkataan dusta dan sia-sia. Kaki kita tidak melangkah ke tempat-tempat bertabur maksiat dan kekejian, tangan kita tidak pernah menyentuh harta haram.

Pikiran kita bersih dari sesuatu yang menggelapkan hati. Dalam pikiran dan hati tidak bersarang ketakaburan, kedengkian, kebencian pada sesama, angkara, rakus dan tamak serta keangkuhan.

Sahabat Rasulullah, Jabir bin Abdullah berkata, "Jika kamu berpuasa, maka hendaknya puasa pula pendengar dan lisanmu dari dusta dan sosa-dosa. Tinggalkanlah menyakiti tetangga dan hendaknya kamu bersikap tenang pada hari kamu berpuasa. Jangan pula kamu jadikan hari berbukamu (saat tidak berpuasa) sama dengan hari kamu berpuasa."

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan dia mengamalkannya maka Allah tidak menghajatkan dari orang itu untuk tidak makan dan tidak minum." (HR. Bukhari dan Ahmad dan lainnya) 

 sumber

Senin, 08 Juli 2013

Welcome Ramadhan

^__o
Sebelum Ramadhan tiba, izinkan saya selaku admin blog ini untuk meminta maaf atas semua kesalahan saya yang disengaja maupun yang tidak disengaja kepada semua pembaca yang selama ini telah setia mengunjungi blog ini.
Semoga dibulan Ramadhan nanti, kita bisa mendapatkan barokah dan ampunan dari Allah SWT. Amien.

Tips – Amalan Sunat Di Bulan Ramadhan

Sedar atau tidak kita kini dah berada dalam bulan Ramadhan. Sudah tentu semua yang beragama Islam wajib berpuasa. Selamat menyambut kedatangan Ramadhan Al-Mubarak buat semua yang beragama Islam. Semoga kita semua dapat memperbanyakkan amalan kita di bulan yang mulia ini. Ni nak kongsi ngan korang amalan sunat pada bulan puasa.

1. Keutamaan Sahur Dan Mentakhirkannya Selama Tidak Khuatir Akan Terbitnya Fajar
Dari Anas radhiAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersahurlah kamu sekalian kerana sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barakah.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari Zaid bin Tsabit radhiAllahu ‘anhu berkata: “Kami sahur bersama-sama dengan Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam, kemudian kami melaksanakan solat.” Ada seseorang bertanya: “Berapa lama antara sahur dengan solat itu?” Ia menjawab: “Kira-kira 50 ayat.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kelebihan puasa kami dan puasa ahli Kitab adalah adanya makan sahur.” (HR Muslim)

2. Segera Berbuka Puasa Apabila Sudah Masuk Waktu Berbuka
Dari Sahl bin Sa’d radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia itu selalu dalam kebaikan selama mereka segera berbuka puasa.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari Anas radhiAllahu ‘anhu berkata: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam sentiasa berbuka dengan beberapa biji ruthob (kurma yang baru masak) sebelum solat. Jika tidak ada ruthob (kurma yang baru masak), maka beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan tamar (kurma yang sudah kering). Jika tidak tamar (kurma yang sudah kering), maka beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam meneguk air beberapa teguk.” (HR Abu Daud dan At-Turmudzi)

3. Berdo’a sepanjang berpuasa dan ketika berbuka.
Diriwayatkan oleh Turmudzi dengan sanad yang hasan, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada 3 golongan yang tidak ditolak do’a mereka, iaitu orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, pemimpin negara yang adil dan orang yang teraniaya.”

4. Menjauhi perkara-perkara yang bertentangan dengan ibadah puasa.
Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alahi wasallam bersabda: “Puasa itu adalah perisai, oleh kerana itu, apabila salah seorang di antara kamu sekalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah bertengkar/berteriak. Apabila ada seseorang yang mencaci-maki atau mengajak berkelahi, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa””. (HR Bukhari & Muslim)
Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu berkata bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari)

5. Bersiwak atau menggosok gigi.
Amir bin Rabi’ah berkata, “Saya melihat Nabi sallAllahu ‘alaihi wasallam bersiwak dan beliau pada saat itu sedang berpuasa. Kerana seringnya, maka saya tidak dapat membilang dan menghitungnya.” (HR Bukhari)
Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya mereka kuperintahkan bersiwak pada setiap kali berwudhu.” (HR Bukhari)

6. Bermurah hati dan banyak menderma.
Dari Ibnu Abbas radhiAllahu ‘anhu katanya: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang paling dermawan, dan sifat dermawannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadhan yakni ketika ditemui Jibril. Biasanya Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadhan, dibawanya mempelajari al-Quran. Maka Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam lebih murah hati melakukan kebaikan dari angin yang bertiup.” (HR Bukhari)

7. Menggandakan amalan membaca dan mempelajari al-Quran.
(Hadith Ibnu Abbas di atas menyatakan bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bertadarus (mempelajari al-Quran) dengan Jibril pada setiap malam Ramadhan.)
Membaca al-Quran adalah amalan biasa ummat Islam, tetapi sempena bulan Ramadhan, hendaklah kita tumpukan betul-betul dan menggandakannya. Para ulama apabila tibanya bulan Ramadhan akan memberhentikan kuliah yang diajar mereka dan menumpukan kepada mempelajari al-Quran. Membaca untuk memahami al-Quran yakni mentadabbur al-Quran adalah lebih utama dari membaca laju untuk mengkhatamkannya beberapa kali pada bulan Ramadhan.

8. Memberi makan untuk berbuka puasa.
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhanny radhiaAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR At Turmudzy)

9. Mendirikan malam dengan solat sunnat (solat Tarawih)
Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan solat sunnat pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari ALLAH, maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim)

10. Giat beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan
Aisyah radhiAllahu ‘anha berkata: “Bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam apabila masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan. diramaikannya waktu malam, dibangunkannya ahli keluarganya dan diikat erat kain sarungnya.” (HR Bukhari & Muslim)

11. Beriktikaf pada 10 terakhir Ramadhan.
Dari Ibnu Umar radhiAllahu ‘anhu berkata: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari Aisyah radhiAllahu ‘anha berkata: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sehingga Beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam dipanggil ALLAH Ta’ala, kemudian setelah beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam wafat, isteri-isterinya meneruskan kebiasaan Beliau itu.” (HR Bukhari & Muslim)

Sabtu, 06 Juli 2013

Urgensi Empat Pilar Kebangsaan dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Nasional

Pendahuluan

Adalah fakta yang harus diakui bahwa sejak masyarakat Indonesia menikmati kebebasan berdemokrasi pasca tumbangnya rezim Orde Baru 1998, nyaris tidak ada diskusi—apalagi sosialisasi intensif—mengenai empat pilar kebangsaan. Kalau pun ada, sifatnya sangat insidentil dan lebih menonjolkan salah satu dari keempatnya saja. Akibatnya, pemahaman yang dihasilkan pun cenderuing parsial dan partikularistik. Tidak utuh dan menyeluruh. Padahal idealnya keempat pilar tersebut dipahami secara komprehensip, supaya segenap penduduk Indonesia bisa menerapkannya secara elegan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesadaran akan posisi strategis keempat pilar tersebut baru mengkristal sekitar dua tahun terakhir di kalangan elit politik dan kaum cerdik cendikia. Tepatnya ketika mereka mendapati realitas masyaralat Indonesia yang tak kunjung beranjak dari kubangan dilema. Beragam persoalan di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial dan budaya seolah tidak pernah bosan menghantam dan mengikis persatuan nasional. Yang lebih memprihatinkan lagi, konflik horizontal dan vertikal masih saja meletup dan menghadirkan awan hitam bagi kemanusiaan. SARA dan perebutan kepentingan selalu dijadikan sebagai kambing hitam. Padahal jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 28 Oktober 1928, delegasi pemuda dari beragam suku sudah berhasil meredam egoisme primordial mereka, untuk kemudian mengusung semangat kebangsaan yang lebih tinggi.
 
Kenyataan ini mungkin cukup untuk dijadikan pijakan guna merefleksikan urgensi empat pilar kebangsaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila, UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), serta Bhineka Tunggal Ika adalah khazanah tak ternilai warisan para pendiri bangsa. Sebuah formula yang sudah teruji dan terbukti ampuh mewadahi segenap kepentingan, visi, misi, serta cita-cita luhur di balik proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa
Sejak disepakati sebagai dasar negara sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945, semua komponen bangsa harus menginsyafi bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa. Pancasila merupakan konsep yang mengandung gagasan, cita-cita, nilai dasar yang bulat, utuh, dan mendasar mengenai eksistensi dan hubungan manusia dengan lingkungannya, sehingga dapat dipergunakan sebagai landasan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa perjalanan pancasila sempat mengalami pasang surut dalam sejarah perpolitikan bangsa. Sejak dirumuskan pada tahun 1945 sampai saat ini pun, resistensi terhadap pancasila menjadi fenomena yang tidak sulit untuk ditemui. Namun dalam konteks kekinian, memperdebatkan status pancasila sama saja dengan membuang-buang energi untuk sesuatu yang tidak berguna. Karena selain sudah disepakati secara aklamatif oleh para pendiri bangsa, proses kelahiran pancasila juga melalui proses perenungan yang panjang. Digali dari nilai, norma, serta realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat majemuk. Oleh sebab itu, wajar jika pancasila memiliki kekuatan untuk mengakomodir semua cita dan impian masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

Dengan kedudukan dan kekuatan yang dimiliki, adalah sebuah keharusan bagi segenap masyarakat untuk menjadikan pancasila sebagai waf of life (cara hidup). Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman sekaligus dasar dari setiap aktivitas keseharian. Sehingga, semua tingkah laku, sikap, dan perbuatan manusia Indonesia berada di bawah kerangka, selaras dengan semangat, sekaligus merupakan cerminan dari pancasila.

Semangat yang terdapat dalam pancasila secara sederhana bisa dipetakan sebagai berikut:

1. Ketuhanan yang Mahaesa : Religiusitas
Suatu landasan yang memberikan pedoman mengenai cara membangun realsi vertikal yang harmonis dengan Tuhan sebagai realitas absolut.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab : Humanitas
Suatu landasan yang membingkai cara menjalin relasi horizontal yang indah antara sesama manusia, di mana setiap insan diposisikan setara sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.

3. Persatuan Indonesia : Nasionalisme
Suatu landasan yang mengukuhkan keberadaan setiap insan di bumi persada sebagai suatu komunitas yang disebut bangsa. Landasan inilah yang berfungsi sebagai pijakan untuk meneguhkan loyalitas masyarakat terhadap bangsanya.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan : Soverenitas
Suatu landasan untuk membangun sistem demokrasi, di mana kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Sosialisme
Suatu tujuan ideal nan luhur yang ingin dicapai di balik pendirian NKRI

UUD 1945 Sebagai Kontrak Hukum Tertinggi
Berbeda dengan pancasila yang tak mengalami perubahan sama sekali sejak dikukuhkan sebagai ideologi negara, UUD 1945 dinamis. Terhitung sejak 1945, bangsa Indonesia sudah 8 jali melakukan perubahan terhadap undang-undang. [1] UUD 1945. [2] Konstitusi RIS 1949. [3] UUDS 1950. [4] UUD 1945 versi Dekrit 5 Juli 1959. [5] Amandemen pertama UUD 1945 tahun 1999. [6] Amandemen kedua tahun 2000 [7] Amandemen ketiga tahun 2001 [8] Amandemen keempat pada tahun 2002. Saat ini sedang menguat dan mencuat amandemen kelima yang bertujuan mengefektifkan sistem parlemen dua kamar (bicameral parliament).
Terlepas dari dinamika yang mewarnai perjalanan UUD 1945, hal penting yang harus disadari adalah kedudukannya sebagai traktat hukum tertinggi dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Ia merupakan sumber hukum yang harus dijadikan sebagai referensi utama dalam setiap kerangka hukum. Baik di bidang politik, ekonomi dan sosial.

Dengan kedudukan ini, UUD 1945 harus menjadi acuan primer dalam hukum yang mengatur tentang dinamikan kekuasaan, hubungan antara cabang-cabang kekuasaan, hubungan antara negara dengan masyarakat, serta hubungan antara sesama masyarakat. Singkatnya, UUD 1945 harus menjadi landasan utama dalam merumuskan setiap kebijakan formal di segala bidang.

Di samping itu, UUD 45 juga harus dijadikan sebagai tolok ukur primer dalam menilai konstitusionalitas semua fenomena serta produk hukum di Indonesia. Posisi ini memang mengesankan UUD 45 menempati posisi yang lebih sakral dibanding hukum-hukum primordial yang dianut masyarakat. Baik itu hukum agama maupun hukum adat. Namun sebagai kontrak sosial yang berfungsi mempersatukan semua komponen bangsa yang beragam, kesan tersebut harus dipandang positif serta diajadikan sebagai pemicu untuk merajut kebersamaan dalam kesetaraan.
NKRI Sebagai Negara Nation State

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang sangat heterogen, NKRI sebagai nastion state (negara kebangsaan) harus diyakini sebagai sistem terbaik. Dalam sistem negara kesatuan, wewenang legislatif tertinggi dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. Kekuasaan terletak pada pemerintah pusat dan tidak pada pemerintah daerah. Dengan demikian, kedaulatan negara bersifat tunggal dan tidak terbagi.

Bentuk negara kesatuan ini sejatinya memiliki nasib yang sama dengan kedua pilar kebangsaan yang sudah diuraikan sebelumnya. Sempat mengalami pasang surut dalam perjalanan sejarah. Setelah ditetapkan oleh para pendiri bangsa pada tahun 1945, Indonesia sempat beralih menganut sistem negara federal pasca Konferensi Meja Bundar di Belanda pada tahun 1949. Syukurlah, penerapan sistem tersebut hanya berjalan singkat, sekitar tujuh bulan. Setelah itu, Indonesia kembali menganut sistem negara kesatuan.

Selain berfungsi sebagai benteng kokoh yang melindungi negara dari ancaman disintegrasi, sistem negara kesatuan juga efektif meredam godaan yang potensial menjangkiti elit-elit masyarakat daerah untuk memisahkan diri dari Indonesia. Oleh sebab itu, adalah sebuah ironi ketika pada masa-masa awal reformasi, ada sejumlah kalangan yang menggulirkan gagasan supaya Indonesia menganut sistem federasi. Alasan mereka adalah, supaya setiap daerah memiliki kebebasan yang lebih luas dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Mereka seolah lupa bahwa sistem federasi hampir saja membuat negara ini pecah berkeping-keping di awal kemerdekaannya.
 
Bhineka Tunggal Ika Sebagai Jati Diri
Pilar kebangsaan keempat yang tertuang dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika sejatinya merupakan kutipan dari Kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular. Semboyan tersebut menjadi populer setelah menjadi bagian dari sumpah Palapa yang diikrarkan Mahapatih kejaraan Majapahit, Gajah Mada.
 
Rwāneka dhātu winuwus wara Buddha Wiśwa,
bhinnêki rakwa ring apan kěna parwanosěn,
mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
bhinnêka tunggal ika tan hana dharmma mangrwa
Konon dikatakan bahwa Wujud Buddha dan Siwa itu berbeda.
Mereka memang berbeda, tapi bagaimana kita mengenali perbedaannya dalam selintas pandang?

Kebenaran yang diajarkan Buddha dan Siwa itu sesungguhnya satu jua.
Mereka memang berbeda, namun hakikatnya sama. Tidak ada kebenaran yang mendua.
Terlepas dari keberhasilan Gajah Mada mewujudkan sumpah palapanya tersebut, makna penting yang harus diresapi adalah, jauh sebelum Indonesia menjadi negara bangsa yang besar seperti saat ini, keragaman suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) sudah ada sejak zaman dahulu. Ini merupakan anugerah luar biasa dari Tuhan Yang Mahakuasa yang harus disyukuri, bukan musibah yang harus disesali. Perbedaan tersebut harus dikelola dengan baik dan dicarikan titik temunya.

Tingginya pruralitas masyarakat Indonesia yang tersebar di atas ribuan pulau adalah kekayaan yang tak ternilai. Ibarat motif indah penghias hamparan permadani nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Di atasnya tersimpan sejuta potensi yang menanti untuk dieksploitasi. Oleh sebab itu, segenap masyarakat Indonesia harus menyadari makna luhur yang tersimpan di balik semboyan Bhineka Tunggal Ika: antara lain:

a. Inklusif dalam kesetaraan
Seluruh penduduk Indonesia harus menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari mayarakat yang lebih luas. Oleh sebab itu, setiap insan harus melihat dirinya—baik sebagai pribadi, anggota etnis tertentu, ataupun penganut agama tertentu—setara dengan orang lain. Sehingga, ia tidak memiliki alasan untuk bersikap egois dengan menganggap diri, etnis, atau agamanya lebih baik dari etnis dan agama orang lain. Pandangan ini akan melahirkan kesadaran primordial bahwa setiap anak bangsa—apa pun suku dan agamanya—memiliki peran mereka yang masing-masing yang tidak bisa diabaikan, dan bermakna bagi kehidupan bersama.

b. Toleran dalam perbedaan
Setiap penduduk Indonesia harus memandang bahwa perbedaan tradisi, bahasa, dan adat-istiadat antara satu etnis dengan etnis lain sebagai, antara satu agama dengan agama lain, sebagai aset bangsa yang harus dihargai dan dilestarikan. Pandangan semacam ini akan menumbuhkan rasa saling menghormati, menyuburkan semangat kerukunan, serta menyuburkan jiwa toleransi dalam diri setiap individu.

c. Pruralistik dalam kebersamaan
Semua masyarakat Indonesia harus menginsyafi bahwa perbedaan yang ada di antara mereka sudah lebur dalam semangat kebangsaan, sehingga tidak lagi menjadi halangan untuk menjalin kebersamaan demi meraih cita-cita bersama. Semangat ini akan mengantarkan penduduk Indonesia pada kesadaran untuk menggunakan musyawarah sebagai mekanisme untuk mencapai kemufakatan dalam menentukan masa depan. Mengikis terminologi minoritas-mayoritas, untuk selanjutnya berjalan beriringan dan bergandeng tangan untuk mewujudkan bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.
 
Kesimpulan
Sungguh sebuah ironi yang memilukan sekaligus memalukan ketika melihat kondisi mutakhir Indonesia. Menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menikmati lezatnya kue kemerdekaan, mendapatkan kesempatan terdepan untuk mewujdukan mimpi menjadi bangsa yang maju, serta memiliki potensi yang paling melimpah, ternyata jauh panggang dari api. Saat ini, Indonesia menjadi negeri yang paling babak belum di antara tetangganya sesama negara ASEAN. Yang lebih mengejutkan, hasil survei Fund For Peace (FFP) yang dirilis di Washington DC pada 16 Juni 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara, lebih buruk satu peringkat dari tahun sebelumnya di posisi 64.

Kondisi ini tidak terjadi begitu saja tanpa penyebab yang bersifat radikal dan fundamental. Agar kondisi ini tidak semakin parah, maka tidak ada jalan lagi bagi masyarakat Indonesia, kecuali menggali, merefleksikan, serta mengaplikasikan dengan serius nilai-nilai luhur yang tercermin dari empat pilar kebangsaan. Jika semua muatan positif dalam keempat pilar tersebut berhasil dijiwai dan diejawantahkan, berarti Indonesia sudah berada di jalan yang tepat untuk mengembalikan kejayaan masa lalunya.[]

* Disampaikan pada Pelatihan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh DPP GMPTQN dan Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI, Hotel Permata Indah, 10 Juli 2012 di Jakarta.
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/06/137143588877178501.jpg

Jumat, 05 Juli 2013

Alhamdulillah Milad

بِِِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
 
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Pengasih.

Segala pujian untuk Allah, Pencipta dan Pentadbir sekalian alam, selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, semulia-mulia nabi dan rasul dan ke atas ahli keluarga dan para sahabat baginda semuanya .

Ya Allah, bahawa sesungguhnya kami mohon pemeliharaanMu dan penjagaanMu.... .(SUKUR RISWANTO) terhadap agama kami, keimanan kami, diri kami, ahli-ahli keluarga kami, anak-anak kami, harta-benda kami, negeri kami dan kediaman kami  serta segala sesuatu yang Engkau telah kurniakan kepada kami. Ya Allah, mohon jadikan kami dan segala yang telah kami sebutkan tadi di dalam kawalanMu, di dalam keamananMu, di dalam dampinganMu dan di dalam lindunganMu daripada syaitan yang derhaka lagi degil itu dan daripada bencana �ain (tikaman pandangan mata yang merbahaya) dan daripada yang mempunyai kezaliman serta daripada kejahatan tiap-tiap yang mempunyai kejahatan. Bahawa sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu.

Ya Allah, mohon teguhkan kami dengan ketakwaan dan kekuatan pendirian di jalan yang lurus dan mohon lindungi kami daripada yang membawa kepada penyesalan di dunia dan di akhirat bahawa sesungguhnya Engkau adalah Maha memperkenankan segala doa. Ya Allah, perbaikilah hasil urusan kami dan jauhkanlah kami dari kehinaan dunia dan azab akhirat.

Ya Allah, bantulah, panjangkanlah umur, berikanlah petunjuk serta peliharakanlah dari perkara yang haram....(SUKUR RISWANTO) dan bentuklah ia dengan perkembangan yang sihat dan suburkanlah ia dengan kehidupan yang baik dan berikan padanya petunjuk dan ketaqwaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, perbaikilah dirinya dan akhlaknya, hiasilah jiwanya dengan cahaya keimanan dan penuhi hatinya dengan ketaqwaan serta berpendirian teguh. Dan jadikan  ia seorang yang berbakti kepada kedua ibubapanya bukan seorang yang derhaka terhadap keduanya, dan jadikannya dari kalangan orang-orang yang salih. Dan hindari ia dari orang-orang yang berhasad dengki. 

Ya Allah berikan pada jiwa-jiwa kami ketaqwaan kepadaMu dan sucikannya, Engkaulah sebaik-baik Zat Yang Menyucikan jiwa. Engkaulah Pelindung dan Penolongnya,, Wahai Tuhan Pencipta dan Pentadbir sekalian alam.

Ya Allah, kami memohon kepadaMu kebaikan dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang baik, dan Engkau berurusanlah dengan kami seperti Engkau berurusan dengan orang-orang yang baik, dan Engkau peliharalah kami dan ia.....(SUKUR RISWANTO) daripada segala keburukan, ujian, fitnah dan kemudharatan. Ya Allah berkatilah bagi kami pendengaran kami, penglihatan kami, hati-hati kami, isteri-isteri kami, zuriat keturunan kami, dan terimalah taubat kami sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Wahai Tuhan kami, ilhamkan kami supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan pada kami dan kepada kedua ibubapa kami, dan supaya kami tetap mengerjakan amal salih yang Engkau redhai. Dan masukkan kami dengan limpah rahmatMu dalam kumpulan orang-orang yang salih. Ya Tuhan kami kurniakanlah kami dari isteri-isteri kami dan zuriat keturunan kami yang menyenangkan hati kami melihatnya dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa. Wahai Tuhan, jadikan aku orang yang mendirikan sembahyang dan demikian juga zuriat keturunanku. Wahai Tuhan kami perkenankanlah doa kami. Wahai Tuhan kami, berilah ampun bagiku dan bagi kedua ibubapaku serta bagi orang-orang yang beriman pada masa berlakunya hitungan amal dan pembalasan.

Ya Tuhan kami, mohon kurniakan kepada kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat dan mohon selamatkan kami daripada azab api neraka.
Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad serta kepada ahli keluarga dan para sahabat baginda. Segala pujian hanya bagi Allah, Tuhan Pentadbir sekalian alam.
amin :)



Kamis, 04 Juli 2013

Mengubah Mindset Bertransportasi

opini tentang penghematan BBM


Apa moda transportasi paling efisien, efektif dan paling  ramah lingkungan itu sesungguhnya? Apakah motor? Apakah Bus? Atau Mobil? Mari bersama sama kita simak dan cermati beberapa bassic data comparison berikut:

Jika kita melihat dari sisi fuel consumption, tentu saja kita bisa menarik kesimpulan motorlah moda transportasi paling irit. Secara motorlah yang memiliki dimensi paling kecil dibandingkan mobil, bus dan kereta api. (INFOGRAPHIC 01)
13729242291535632031
INFOGRAPHIC 01 : Fuel Consumption
Kita lanjutkan, bagaimana jika kita mulai menggali dari sisi kapasitas/ daya angkut penumpang yang bisa diangkut   (INFOGRAPHIC 02 dan INFOGRAPHIC 03)
Berikut data perbandingan antar moda transportasi  dan tingkat efisiensi dari segi daya angkut serta dimensi:
1 rangakaian kereta api penumpang = kapasitas 1500 orang
1 mobil = kapasitas 3-4 orang
1 busway  gandeng = kapasitas 120 orang
Jadi,
1 rangkaian kereta penumpang =  setara dengan 300 mobil
1 busway = setara dengan  30 mobil
1 mobil = setara dengan 2-3 motor
1372924373598427393

INFOGRAPHIC 02 : Capacity
13729244861252582867

INFOGRAPHIC 03: Head to Head Comparison
Kemudian untuk memperdalam lagi, mari kita simak perbandingan dari sisi Efisiensi Bahan bakar per km per liter per orangnya. (INFOGRAPHIC 04) moda transportasi apakah yang paling efisien?
Berikut Data Perbandingan Efisiensi moda transportasi dari segi kebutuhan bahan bakar:

1 rangkaian kereta api : 30lt/km dengan kapasitas 1500 orang
Jadi, kebutuhan bahan bakarnya = 0.002 ltper orang per km
1 mobil : 1lt/ 15km dengan kapasitas 3-4 orang
Kebutuhan bahan bakar = 0.2 lt per orang per km
1 motor : 35km / lt dengan kapasitas 1-2 orang
Kebutuhan bahan bakar = 0.02 lt per orang per km jika berpenumpang 2 orang
1 unit bus: 3-5 km / liter dengan kapasitas 50-120 orang.
Kebutuhan bahan bakar =  0.0125 lt/km/orang
1372924622858349398

Infographic 04 : Energy Efficiency

KESIMPULAN

Jadi dari data yang telah kita simak di atas, kita bisa menarik kesimpulan jelas bahwa Kereta Api / moda transportasi berbasis rel-lah merupakan moda transportasi paling efisiien. Unggul dari segi efisiensi baik dari segi dimensi - kebutuhan ruang gerak maupun dari segi efisiensi konsumsi bahan bakarnya. LOUD and CLEAR.

Hal tersebut baru saat kita lihat dari sisi moda angkutan penumpang, tapi jika kita cermati lagi dari segi angkutan cargo/barang, lagi lagi kereta api menyandang gelar sebagai moda paling efisien. Mengapa? ini karena kapasitas yang bisa ditarik lokomotif itu sendiri begitu kontras jika hanya dibandingkan dengan 1 unit truck trailer. Beberapa jenis locomotive paling mutakhir bahkan memiliki tenaga lebih dari 3000 horsepower , sedangkan regular truck yang paling sering kita jumpai di jalan memiliki tenaga  150 -200 hp.

Dari sisi moda angkutan barang, secara garis besar jika kita bandingkan 1 rangkaian kereta ini bisa menggantikan 15-20 truk besar bergerak di jalanan. Hal tersebut berlaku jika kita menggunakan asumsi satu rangkaian ditarik satu locomotive. Bayangkan , jika ternyata locomotive ini masih bisa digandengkan dengan locomotive lainnya untuk menarik rangkaian yang lebih panjang lagi.

Jika kereta api dioptimalkan lagi, mari kita bayangkan berapa truck yang bisa digantikan peranannya? Berapa menit kemacetan yang bisa kita urai jika truck truck di jalanan sudah tergantikan dengan kereta api? (INFOGRAPHIC 05)
1372924710983533777

INFOGRAPHIC 05 : Train vs Truck

THANK’S FOR MENEER and KOMPENI
Disadari atau tidak, adalah peran besar Belanda dalam menghadirkan kereta api di Indonesia. Uniknya, sistem transportasi Massal berbasis rel ini sebenarnya sudah mulai dibangun oleh Belanda sejak era 1860. Di Tahun tersebut Belanda sudah menyadari sistem transportasi apa yang paling efisien dan cocok untuk Indonesia.

Dari kereta api darat reguler di Pulau Jawa dan Sumatera, hingga tram di Batavia dan Soerabaja.
Bahkan pada Tahun 1922 Belanda sudah mulai mempersiapkan  jalur Makasar - Takalar, sebagai langkah awal membangun jaringan rel trans Sulawesi.

Jika kita perharikan lagi seluruh jalur yang masih aktif di Pualu Jawa dan Sumatera pada hari ini merupakan buah karya Belanda. Jaringan rel di Indonesia sendiri jika diukur jarak jaringannya jauh lebih panjang dibanding yang telah terbangun di Negara Belanda/ Hollandia itu sendiri.

Apa yang terjadi setelah merdeka?
Di saat bangsa Eropa dengan bangga melestarikan tram yang sudah lama terbangun di kota kotanya, menyambungkan kembali jalur yang terputus karena Perang Dunia II.  Indonesia justru membongkar jaringan tram di Jakarta dan Surabaya. Menghentikan operasionalnya.

Di saat Thailand dan juga China yang terus melakukan penambahan serta memperluas jaringan rel. Thailand ingin menyambungkan jaringannya melalui Laos. Sedangkan China membangun jaringan rel menembus Tibet, melewati dataran tertinggi di dunia. Indonesia justru menutup beberapa relnya seperti Jogjakarta – Magelang – Ambarawa, Secang – Temanggung – Wonosobo, serta jaringan Banda Aceh – Medan.  Terlambat sudah, semua  jalurnya sudah benar benar hilang, besi relnya dijual dan lahan diatasnya dibangun toko, warung serta kaki lima.

Di saat para insinyur pesawat tempur Jepang yang secara hukum internasional tidak diperkenankan membuat pesawat militer lagi. Mereka memanfaatkan “tenaga dan pikiran” nya untuk mendesain Shinkansen – Kereta kecepatan tinggi pertama di dunia, dan sudah mulai aktif pada tahun 1964. Penduduk Jepang ini gemar menggunakan kereta api. Dari mulai Shinkansen, Subway, Tram, KRL semua jaringannya diciptakan di kota kota pentingnya. Kita bisa lihat suasana hiruk Kota Tokyo, di mana pada jam berangkat kerja petugas setasiun membantu mendorong kumpulan manusia agar bisa masuk secara aman di dalam kereta.  Orang Jepang sudah sadar betul fungsi serta betapa efisiennya sistem rel. Kita bangsa Indonesia justru tenggelam dan semakin dalam menggunakan mobil/motor produksi Jepang.

HIBURAN DI ERA KEMERDEKAAN
Dan seperti inilah kita pada hari ini. Saat Indonesia sudah hampir 70 tahun merdeka ini, dengan  9 tahun terakhir yang “katanya” pertumbuhan ekonominya sebagai salah satu terbaik di dunia. Kita sudah menghasilkan sesuatu kok! Ga percaya? Jika Ingin naik kereta layang, “the sound like monorail things” kita sudah punya. Silahkan pergi ke Taman Mini Indonesia Indah, ada di sana, kita bisa mencobanya. Ingin merasakan bagaimana rasanya naik Tram?Oh jangan kuatir, tentu saja ada. Silahkan naik tram di Epicentrum Rasuna Said Kuningan.
Marilah kita refleksikan bersama, what we have done this far, 70 Tahun Indonesia merdeka torehan sejarah apakah yang bisa kita wariskan kepada anak cucu kita? selama 70 tahun itu Indonesia sudah berbuat apa? selain double track, adakah 1m saja jaringan baru yang sudah dibangun?
Apa yang akan kita ceritakan kepada anak cucu kita ? Apakah kita akan membanggakan 2 hal ini? Tram di Epicentrum dan “monorail” di TMII?

Rektor Beri Pengarahan Terkait Program UB TV

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito memberikan pengarahan kepada sejumlah dekan dan koordinator UB TV terkait realisasi peluncuran program UB TV sebagai media pertelevisian yang mengedepankan tri-dharma  di Lt.8 gedung Rektorat, Rabu (3/7).

Yogi mengatakan bahwa dengan semakin meningkatnya perkembangan akademis maupun non-akademis di lingkungan Universitas Brawijaya, rektor sudah mempersiapkan berbagai hal untuk memajukan institusi di mata publik. Salah satu kegiatan yang saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan adalah perealisasian UB TV sebagai salah satu program pertelevisian yang akan menunjang setiap kegiatan yang tengah berjalan di universitas. Hal ini merupakan terobosan baru bagi UB, mengingat pertelevisian di Indonesia sendiri sudah memasuki era baru, era digital. Kebutuhan akan informasi yang cepat dan aktual membuat sebagian masyarakat Indonesia haus akan berita, baik berita politik, budaya maupun hiburan.

Langkah strategis yang dilakukan UB dengan mewujudkan program UB TV ini nampaknya mendapat apresiasi dari kalangan akademisi, karena semua kegiatan yang berhubungan dengan UB dapat divisualisasikan dan dapat ditonton oleh masyarakat secara langsung. "Ini langkah yang bagus untuk mempromosikan UB. Karena dengan munculnya UB, baik dari media cetak, internet dan dunia pertelevisian, masyarakat akan dapat mengenal lebih jauh bagaimana UB itu sendiri," ujarnya.

Yogi menghimbau kepada pengurus masing-masing fakultas untuk berkontribusi dalam memajukan universitas lewat program pertelevisian tersebut. Mengingat banyaknya kegiatan yang berhubungan dengan universitas secara akademik maupun non-akademik, UB TV bisa menjadi salah satu ujung tombak institusi sebagai media perantara terhadap masyarakat. "Kegiatan seperti bidang penelitian, seminar, seni maupun budaya, keolahragaan maupun kemahasiswaan bisa menjadi bahan materi di setiap konten bagi UB TV," pungkasnya.

Selain melakukan koordinasi dengan fakultas, UB juga melakukan seleksi presenter bagi UB TV. Lebih dari seratus peserta dari kalangan dosen, karyawan dan mahasiswa ikut andil dalam seleksi yang akan digelar dua hari (4-5/7) tersebut. Seleksi presenter ini akan digelar di studio 1, gedung PJJ Lt.2 (dibelakang kantor pusat). Mereka yang lolos seleksi nantinya juga akan mendapatkan pelatihan khusus dari pihak panitia pada tanggal 10-12 Juli. Rencananya akan diambil empat rekrutmen di masing-masing fakultas untuk menjalankan tugasnya di UB TV.

Siaran UB TV sendiri akan mengambil channel 51 UHF untuk kawasan Malang Raya, 56 UHF regional Jawa Timur dan 35 untuk nasional. Bambang Semedi selaku koordinator pengurus UB TV menjelaskan bahwa tahapan UB TV untuk bisa on air cukup ketat, selain mengurus persyaratan rekomendasi, UB TV diharuskan untuk melakukan siaran percobaan minimal 4 jam dalam sehari. Dan setelah launching, nantinya UB TV juga diharuskan mampu mengudara selama 5 jam dalam sehari dan tidak diperkenankan off selama tiga hari berturut-turut.

Dengan adanya UB TV, Rektor UB mulai mewanti-wanti kepada seluruh pengurus yang terlibat, agar selalu menjaga nama baik institusi. Selain sebagai ajang promosi, Prof Yogi juga menekankan untuk selalu mengedepankan tri-dharma. "Untuk pertama kalinya Universitas Brawijaya dipercaya oleh pemerintah dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memiliki program pertelevisian sendiri. Hal ini sejatinya merupakan suatu kebanggaan dan juga sebuah tantangan. Karena kita membawa bendera UB  di hadapan publik, jadi harus ada langkah-langkah khusus untuk menjaga citra UB agar lebih baik dari sebelumnya," tambahnya

Senin, 01 Juli 2013

hope for July Month

1 Juli 2013 adalah bulan yang penuh dengan kegembiraan, semoga saja. Maka dari itu, sya memeiliki beberapa harapan untuk bulan Juli kaliu ini, yakni:
1. Mendapatkan IP dan IPK di atas 3,75
2. Semua kegiatan di bulan Juliu dilancarkan
3. Memiliki liburan yang menyenangkan
4. Bulan Ramadhan nanti semoga full 30 hari tanpa ada yang bolong
5. mempunyai banyak uang :D
6. Menjadi orang yang lebih baik lagi untuk segalanya
7. dan lain-lain ... :D