Pages

Minggu, 15 September 2013

REVIEW FILM FLASH OF GENIUS

REVIEW FILM FLASH OF GENIUS
Dipostingkan untuk memenuhi tugas matakuliah Etika Bisnis oleh Bapak Yusuf Risanto
=======================================================

Judul Film : Flash Of Genius
Sutradara: Marc Abraham
Penulis : Philip Railsback, (article)
Pemain : Greg Kinnear, ,
 ________________________
        Flash of Genius adalah film Amerika tahun 2008 dengan sutradara oleh Marc Abraham. Secara garis besar isi dari film ini adalah penuntutan dan perjuangan Robert Kearns dengan Ford Motor Company terhadap masalah paten hukum. Paten yang diperjuangkan Robert Kearns adalah berupa wiper intermiten. Dan kemudian, Ford Motor Company mengunakan hak ciptanya untuk kepentingan bisnis perusahaannya.
          Robert Kearns menikah dengan Phyllis dan dikaruniai 6 orang anak. Robert Kearns sendiri adalah seorang profesor ahli teknik yang memiliki mata buta sebelah kirinya. Ide tentang wiper ciptaannya bermula saat ia mendorong Ford Galaxie dalam kondisi hujan. Hal ini tentu saja akan mengganggu penglihatannya saat mengendarai. Kejadian tersebut menginpirasinya untuk menciptakan wiper yang bermodelkan seperti mata manusia.
          Selanjutnya, penemuan tersebut menarik minat Gil Previck dengan memberikan bantuan untuk mendirikan ruangan bawah tanah menjadi ruang laboratorium untuk mengembangkan prototipenya. Untuk menunjukkan hasilnya, ia melakukan tes dalam tangki ikan sebelum pemasangan pada mobil. Pada saat Kearns diminta untuk menunjukkan mekanisme kerja dari penemuannya kepada peneliti Ford, dia tidak mau menjelaskannya karena justru akan menguntungkan perusahaan Ford. Kemudian Macklin Tyler memintanya untuk mempersiapkan rencana bisnis dengan merinci biaya perunitnya.
          Waktu terus berlalu dan Kearns semakin frustasi dan kemudian ia menghadiri Konvensi Dealer Ford yang mana model terbaru yaitu Mustang diresmikan yang mempromosikan wiper intermitennya untuk dijual. Kearns menyadari bahwa Ford menggunakan idenya tanpa memberikan kredit, ia mulai turun untuk mendapatkan keadilan di jalur hukum. Ia terus berusaha untuk bisa mendapatkan pengakuan publik atas prestasinya itu. Karena ia terlalu keras kepala, maka tak menutup kemungkinan ia menjadi terasingkan oleh istri dan anak-anaknya.
          Perjuangannya melalui jalur hukum, ia terus meminta bantuan istri dan anaknya untuk membantu mendapatkan hak patennya. Apalagi pengacara Gregory Lawson mengundurkan diri dari kasus tersebut. Sebelum persidangan dilakukan, Ford menawarkan Kearns sejumlah 30 juta dollar AS dengan tidak ada pengakuan kesalahan. Kearns dan keluarganya mempertimbangkan dan akhirnya memutuskan untuk tetap dalam persidangan. Dalam persidangan berbagai kalimat pembelaan selalu dilontarkan oleh pihak Kearns dan Ford. Pada akhir dari persidangan tersebut, juri telah membuat keputusan. Ford dinyatakan melanggar hak paten dan Kearns dalam pihak yang menang mendapatkan penghargaan senilai $ 10.100.000.
          Kearns telah mendapatkan pengakuan atas penemuannya yaitu wiper kepada publik. Kini lebih dari 145 juta mobil telah menggunakan wiper karya Kearns.
_____________
          Kearns ' berjuang untuk keadilan terhadap kekuasaan korporasi dan keserakahan jelas merupakan salah satu yang mengagumkan , dan kami akar baginya untuk menang. Namun , film ini bukan hanya kisah lain dari underdog berlaku melawan rintangan besar. Film ini juga membahas konsekuensi yang menghancurkan pertempuran Kearns' single-minded memiliki pada kehidupan pribadinya.
          Sudut pandang film Flash Of Genius dari etika bisnis dapat kita lihat bahwa Ford Motor Company telah melanggar hak paten. Ini tidak dibenarkan dalam hukum dan dunia bisnis. Apabila Ford ingin menggunakan hak patennya, maka harus meminta izin kepada pemiliknya. Kita lihat apabila ada perusahaan besar seperti Ford Motor Company dalam film tersebut melakukan tindakan bisnis yang tidak benar maka kepercayaan publik terhadapnya bisa berkurang.
          Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akan menjumpai banyak pencurian hak paten seperti yang terjadi dalam film tersebut. Pencurian hak paten tersebut salah satunya adalah untuk bertujuan mendapatkan keuntungan sendiri agar produk yang dimilikinya bisa terjual. Dalam etika bisnis, pencurian semacam itu sangat dilarang. Itu sama saja sebuah kecurangan dan dianggap tidak menghargai karya orang lain. Tidak ada orang yang mau karya sendirinya diatasnamakan orang lain. Dan orang yang berbuat seperti itu akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan UU yang berlaku.
          Maka dari itu, kita sebagai calon pebisnis harus benar-benar memperhatikan etika dalam berwirausaha. Tidak curang dan bersaing secara sehat untuk membangun usaha. Dan yang perlu diingat adalah berbisnislah secara jujur, maka nantinya akan dipercaya oleh semua konsumen.

 

oleh: 
Nama : Sukur Riswanto
NIM    : 125020200111117
Kelas  : BF
Matakuliah : Etika Bisnis
Dosen : Bapak Yusuf Risanto

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar