Pages

Selasa, 31 Maret 2015

Artikel Think Locally, Act Globally dalam Pemasaran Internasional

Penerapan Kearifan Lokal (Think Locally, Act Globally) dalam Pemasaran Internasional Guna Wewujudkkan Pemasaran yang Berbudaya 



Bangsa Indonesia merupakan negara dengan berbagai kebudayaan yang sangat banyak sekali dari berbagai pulau yang ada yang berjumlah sekitar 13.667 pulau. Berbagai kekayaan budaya Indonesia yang beragam ini harus terus dipertahankan. Berbagai tantangan akan datang dengan sangat cepat terlebih modernisasi dan globalisasi yang semakin menembus batas-batas. Modernisasi dan globalisasi inilah yang membuat hilang jati diri suatu bangsa.
Modernisasi merupakan perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Sehingga modernisasi ini sangat dituntut akan kemajuan suatau negara dalam rangka mencapai kesejahteraan warganya. Terkadang bahwa modernisasi yang dilakukan oleh negara berkemabang seperti Indonesia justru berkiblat dari negara barat. Faktor inilah yang kemudian terjadi banyaknya permasalahan masyarakat yang mulai mengadopsi berbagai hal yang datang dari barat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Modernisasi ini juga menyebabkan terjadinya pola mindset yang mulai meninggalkan budaya santun di Indonesia. Sedangkan globalisasi adalah dunia tanpa batas, maksudnya adalah batas-batas setiap negara sudah mulai luntur dan terciptanya dunia yang satu. Globalisasi ini juga menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat cepat terutama bidang sosial. Sosial inilah yang menyebabkan aspek budaya-budaya bangsa mulai ditinggalkan termasuk dalam proses pemasaran yang sudah semakin tidak memperhatiukan kearifan lokal.
Kearifan lokal itu sendiri merupakan sebuah nilai-nilai yang dianggap baik oleh masyarakat dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal merupakan unsur bagian dari tradisi-budaya masyarakat suatu bangsa, yang muncul menjadi bagian-bagian yang ditempatkan pada tatanan fisik bangunan (arsitektur) dan kawasan (perkotaan) dalam geografi kenusantaraan sebuah bangsa. Sehingga kearifan lokal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh pemasar terutama manajer pemasaran.
Manajer pemasaran dalam memasarkan produknya harus memperhatikan kearifan lokal agar nilai-nilai lokal ini bisa tetap diterapkan dan pemasaran tetap bisa dilakukan secara maksimal. Strategi yang tepat dalam melakukan kegiatan pemasaran yang tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal adalah dengan cara mengkolaborasikan strategi pemasaran dengan nlai-nilai kearifan lokal. Jadi, penerapan kearifan lokal ini bisa diberlakukan kepada karyawan yang tetap menjaga moralitas dan etika serta melaksanakan standar kinerja yang tekah ditentukan. Sehingga implementasi ini juga bisa dilakukan kepada semua karyawan yang bekerja di suatu perusahaan.
Sebentar lagi akan hadirny Masyarakat Ekonomi Asean yang mana setia negara yang menjadi anggota Asean akan memiliki kebebasan dalam melakukan  perdagangan. Dari MEA ini tentunya akan terjadi persaingan yang sangat ketat. Dari persaingan ini mungkin bisa menyebabkan terjadinya persamaan budaya daklam artian bahwa masyarakat sudah tidak begitu mementingkan aspek kearifan lokal. Dalam benak pikiran mereka adalah hanya bagaimana bisa mencapai sasaran pasar Asean sehingga pangsa pasar bisa meningkat. Padahal kita sebagai bangsa yang berbudaya sudah seharusnya tetap perpegang pada kearifan lokal. Mindset para manajer yang hanya memikirkan bagaimana cara memasarkan produknya harus mulai ditambah lagi dengan tetap menjaga keeksistensinya kearifan lokal sebaga salah satu pondasi dalam memasarkan produknya.
Pada akhirnya adalah dengan penerapan kearifan lokal ini dalam pemasaran internasional bisa menjada jatidiri bangsa dan tetap menjaga kelestarian budaya dan lingkungan guna mewujudkan martabat bangsa yang baik. Kearifan lokal harus dijadikan sebagai salah satu dasar yang penting dala memasarkan produknya agar dari produk yang dijual serta pelayanan yang diberikan bisa menjadi ciri khas dan bisa jadi merupakan keunggulan yang tidak dimiliki oleh negara lain. 
@sukrisw

http://dren.ch/rel/tlag/tlag.png
 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar