Pages

Selasa, 19 Mei 2015

Perilaku Konsumen: PERILAKU DAN STRATEGI PEMASARAN

Bab 8
Pengenalan terhadap perilaku
Apakah perilaku lahiriah konsumen?
Istilah perilaku konsumen dapat diartikan banyak hal. Dalam banyak kasus, hal tersebut merujuk pada suatu bidang studi atau mata kuliah. Dalam hal lain, istilah tersebut merujuk pada hal yang dapat dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan, serta semua yang mempengaruhi konsumen. Namun, perilaku lahiriah konsumen memiliki arti spesifik. Hal tersebut merujuk kepada respons atau tindakan konsumen yang teramati dan terukur. Dengan demikian, perilaku lahiriah berbeda dengan afeksi dan kognisi karena hal tersebut bersifat eksternal dan dapat diamati secara langsung, bukan merupakan proses psikologis internal yang harus disimpulkan.
Fakta bahwa perilaku lahiriah merujuk pada tindakan eksternal dan dapat diamati, mengarahkan banyak analis untuk berpikir itu adalah fenomena yang sederhana. Misalnya, para pemasar sering merujuk pada perilaku pembelian, perilaku belanja, perilaku penggunaan seolah-olah hal tersebut hanya berupa tindakan sederhana. Namun, masing-masing hal tersebut merupakan serangkaian tindakan kompleks yang menyebabkan konsumen untuk melakukan banyak hal. Misalnya hal sederhana seperti membeli botol selai kacang Jif atau sebuah pulpen Bic di tiko 7-eleven, seorang konsumen harus melakukan banyak tindakan kompleks. Oleh karena perilaku lahiriah sangat jelas dan umum, banyak analis mungkin menduga bahwa hal tersebut tidak menarik dan tidak layak dipelajari.
Salah satu masalah dalam mempelajari perilaku lahiriah konsumen adalah cara menentukan tingkat analisis yang tepat. Perilaku lahiriah konsumen dapat dianalisis dan tercapai pada tingkatan gerakan singkat beberapa otot atau jentikan jari hingga tingkatan penggunaan produk seumur hidup. Ketika merancang papan ketik komputer, gerakan jari menjadi sangat penting bagi pemasar yang mencoba dalam mengembangkan produk yang lebih nyaman da efisien. Ketika meramalkan permintaan Pampers, hal oenting yang harus diketahui adalah bukan hanya angka kelahiran yang diharapkan, namun juga frekuensi penggantian popok dan kurun waktu penggunaan produk terhadap anak.
Masalah lain dalam mempelajari perilkau lahiriah konsumen adalah cara memutuskan konsumen tersebut secara individual atau seluruh pangsa pasar dunia yang sesuai. Ketika menjual mobil, seorang petugas penjualan berurusan dengan taktik bagaimana agar konsumen mau menandatangani kontrak jual-beli yang kemudian membelinya. Masalah selanjutnya adalah mengenai hubungan antara perilaku lahiriah dan afeksi serta kognisi yang tidak terbentuk secara baik pada tingkatan teoritis. Suatu peristiwa-peristiwa mental berupa afeksi dan kognisi dapat menyebabkan tindakan fiisk yang sulit dipahami. Terlepas dari masalah tersebut, memahami perilaku lahiriah konsumen tetap merupakan bagian penting dari analisis konsumen dan pengembangan strategi pemasaran.

DOWNLOAD MATERI LENGKAP DI SINI:
Perilaku Konsumen: PERILAKU DAN STRATEGI PEMASARAN

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar