Pages

Sabtu, 23 Mei 2015

Tim PKM-M UB Berhasil Bangun Desa Anti Pengangguran



Tim PKM-M UB Berhasil Bangun Desa Anti Pengangguran

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Seperti salah satu tim berikut yang mendapatkan pendanaan PKM-M dari DIKTI. PKM-M merupakan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat. Tim PKM-M ini beranggotakan Sukur Riswanto, Eka Nurlaeli, Luqman Hakim, Lia Noor, dan Nur Ushwatun. Tim ini diketuai oleh Eka Nurlaeli. PKM-M yang mereka angkat berujudul Modern Juhi Process Technology, Usaha Bunderan (Bangun Desa Anti Pengangguran) Melalui Pengolahan Ikan di Dusun Tamban-Malang dalam Mewujudkan One Village One Product. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Tamban Malang Selatan yang berupa kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan peresmian usaha. Sosialisasi ini dilakukan berupa survey dan perizinan di Dusun Tamban. Kemudian, melakukan pelatihan pembuatan juhi ikan Tuna kepada peserta.
Juhi itu sendiri merupakan cumi-cumi yang dikeringkan. Model juhi di Indonesia sangat jarang. Karena keterbatasan dan harga yang mahal, dari cumi-cumi kami mengganti dengan juhi dari ikan Tuna. Kita ketahui bahwa potensi di Dusun Tamban akan ikan Tuna juga sangat banyak. Selain itu, kebanyakan warga dusun Tamban dan juga di Sendang Biru ikan Tuna yang mereka peroleh dikonsumsi sendiri dan dijual langsung kepada konsumen serta dikirim ke kota Malang dan daerah sekitarnya. sebagian kecil juga dibuat abon ikan Tuna dan kerupuk ikan Tuna. Sehingga dengan potensi ini, ikan Tuna masih bisa diolah kembali menjadi produk makanan yang bergizi dan murah. Dari hal itulah, kami membuat ide juhi ikan Tuna untuk di proses menjadi produk makanan yang sehat dan masih sangat terbatas keberadaannya.
Dari peserta pelatihan ini yang berhasil kami himpun adalah berjumlah 14 orang ibu-ibu rumah tangga. Ibu-ibu rumah tangga ini kesehariannya hanya di rumah saja. Dan kebanyakan suami mereka hanya bekerja sebagai petani dan nelayan yang hanya cukup untuk memnuhi kebutuhan pokok saja. Sehingga kami mengasumsi bahwa mereka hanya memiliki penghasilan dari pekerjaan dengan hasil yang tidak menentu. Kami mencoba untuk membantu ibu-ibu rumah tangga ini untuk memiliki penghasilan lain dari pembangunan usaha yang akan kami dirikan untuk mereka.
Pelatihan ini mempraktekan bagaimana membuat juhi ikan Tuna yang bergizi. Dari perolehan material hingga siap pengemasan produk ke dalam kemasan. Pelatihan ini bertujuan agar mereka benar-benar bisa membuat juhi ikan Tuna dengan beberapa langkah mudah yang dapat dipahami oleh mereka. Setelah berhasil melakukan pelatihan dan sekaigus membuat produk jadi, kami juga membantu ibu-ibu untuk menginformasikan bagaimana memilih kemasan produk yang bagus dan menarik agar layak jual. Setelah semuanya berhasil dari pelatihan dan pengemasan, kemudian kami meresmikan unit usaha tersebut bernama BUNDERAN yang merupakan kepanjangan dari Bangun Desa Anti Pengangguran yang harapannya adalah dengan usaha baru tersebut, mereka bisa memiliki perkejaan dan memajukan dusun Tamban sebagai pengolah ikan Tuna menjadi juhi ikan Tuna yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan hal ini, tentunya akan berdampak pada sosial-ekonomi masyarakat dusun Tamban bahwa kini mereka sudah memiliki pekerjaan baru untuk menghidupi keluarga mereka dan menambah penghasilan.
Selain itu, kami juga membentuk ketua usaha BUNDERAN ini yang diketuai oleh Ibu. Usaha Bunderan ini akan terus dilakukan perkembangan dan berinovasi agar dapat diterima oleh konsumen karena produk ini masih tergolong baru. Dengan keberhasilan pembentukan usaha BUNDERAN ini, berarti tujuan kami yang ingin mengurangi penganguran di dusun Tamban berhasil. Dan harapannya juga usaha BUNDERAN ini akan terus maju dan terus berlanjut. 







Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar