Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is me and friends from Kebumen

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka

This is me and friends at top of Sindoro mountain

terhampar dalam kelembutan nuansa sang awan berarak putih ....yang tertegun menatap bayang diriku di puncak gunung ini.....

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Vacation

yeah, we are happy :D

Senin, 23 November 2015

Travelling with Many Experiences

Salah satu hobi saya adalah travelling. Beberapa kota yang pernah saya kunjungi adalah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bogor, Kendari, Klaten, Purworejo, Malang, Lumajang, Kediri, dan Makassar. Dari beberapa kunjungan ke kota-kota tersebut ada banyak perbedaan. Salah satu perbedaan yang sangat mencolok adalah segi ekonomi dan budaya. Dari sisi ekonomi, tentunya daerah di Jabodetabek lebih maju. Pada tahun 2012 yang lalu, saya pernah mengunjungi rumah teman saya di sekitar Duri Jakarta Pusat. Daerah Duri merupakan salah satu kawasan padat dan kumuh. Banyak masyarakatnya bekerja sebagai buruh dan pedagang. Bahkan banyak pula yang berjualan di pinggir rel kereta api. Padahal lokasi tersebut cukup berbahaya, tetapi apa daya karena bagi mereka ada beban yang ahrus dipikul yaitu memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, lokasinya snagat kumuh. Banyak got kotor dan hitam serta tida mengalir di kawasan tersebut. Dengan bau yang menyengat, mereka seolah sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Saya yang mengunjungi daerah tersebut, berpikir apa jadinya jika saya yang tinggal di daerah tersebut. Dan daerah tersebut merupakan daerah satu-satunya. Salah satu hal yang terlintas adalah tetap bertahan walau memang banyak kesulitan datang. Sehingga, dengan lokasi yang sedemikian rupa tersebut, tentu akan membentuk budaya masyarakat yang keras dan bebas. Kehidupan keras di Jakarta yang harus mengais rejeki pun mereka harus terjang. Banyak pendatang yang justru dari luar Jakarta sehingga budaya lokal dari Jakarta sendiri mulai luntur.

Di kota lain, yakni Makassar, saya menemukan beberapa fenomena tentang kondisi masyarakat. Pada waktu itu, saya bersama rekan saya menyempatkan untuk mampir ke salah satu warung makan sekadar untuk melepas panasnya kota Makassar. Di tempat warung tersebut, saya menemui bahwa penjual merupakan orang asli Makassar yang bersuku Bugis. Selain itu, saya juga mengobrol dengan salah satu pria tua yang diketahuinya berprofesi sebagai sopir taksi. Dari perbincangan ini, saya menemukan bahwa di Makassar pun banyak orang pendatang dari luar Sulawesi terutama. Pria tua ini justru berasal dari Jawa Timur dan merantau dengan keluarganya di Makassar. Mereka yang merupakan orang Jawa juga sudah bisa berbahasa Sulawesi yang saya sendiri masih asing mendengarnya. Disini kita bisa tahu bahwa dengan kita tinggal lebih lama di suatu tempat, maka kita akan mampu beradaptasi dengan kebudayaan yang ada di daerah tersebut.
Dari sisi ekonomi ini, rejeki bisa didapatkan di mana saja, tinggal kita yang berusaha untuk mendapatkannya. Dengan kondisi siang hari yang sangat panas, saya membeli es teh. Lalu saya minum, benar-benar melegakan dahaga yang sangat panas. Sembari menyerubut es teh, saya juga bermain catur dengan orang Makassar tersebut. Dengan bermain ini, kami saling berbagi cerita tentang kehidupan. Permainan catur ini berakhir dengan kekalahan.

Kita beralih ke kota Kendari. Kota Kendari ini merupakan ibukota provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari ini memiliki daerah yang panas dan berdebu. Kondisi ini terjadi pada musim kemarau, jika pada musim hujan, maka Kota Kendari akan berubah menjadi kota yang becek dan lembab. Kunjungan saya di Kendari selama seminggu ini, menuai banyak pengalaman yang bisa didapatkan. Ternyata bahwa dari sektor pariwisata, Kendari memiliki destinasi wisata yang sangat menarik. Dari sisi ekonomi, banyak masyarakat bekerja sebagai nelayan di pesisir, pedagang, dan petani. Jumlah penduduknya tidaj seberapa banyak. Namun, ketika kita melihat secara sekilas di Kendari, kota ini ternyata menyimpan kemakmuran tersendiri. Banyak pembangunan yang sedang berlangsung pada waktu itu berupa jalan raya, perhotelan, gedung pertemuan, mal, dan gedung-gedung lain yang dijadikan sebagai penunjang di kota ini. Kota Kendari memiliki mayoritas suku Tolaki dan Konawe. Kedua suku ini hidup berdampingan. Namun, pada saat saya sedang berada di sana mendengar sebuah cerita bahwa pernah terjadi pertikaian antara suku Tolaki dan Konawe. Pertikaian ini terjadi diawali dari kampus Universitas Halu Oleo karena perbedaan permahaman. Karena faktor ini, suku Tolaki lebih banyak mendapatkan ancaman pembunuhan dengan clurit. Sehingga, bagi suku Tolaki harus menyimpan kesukuan mereka dan rahasia yang mereka miliki pada waktu itu untuk menghindari pembunuhan yang suku Konawe lakukan. Mendengar kejadian ini, ternyata pertikaian antarsuku masih sering terjadi. Padahal mereka hidup berdampingan untuk bersama-sama menjalani kehidupan masing-masing. Dari kejadian ini, perlulah setiap suku harus menanamkan rasa menghargai dan menghormati satu sama lain. Bukankan akan lebih indah jika banyak suku dapat hidup berdampingan damai?

Jadi, secara umum dari kota-kota yang pernah saya kunjungi, memiliki beberapa pembelajaran yang terkandung. Pembelajaran ini tentunya didapat dari saya yang mengunjungi daerah tersebut. Memang pengalaman yang seperti ini sangatlah berharga, karena kita dapat mengetahui secara langsung kondisi masyarakat di luar daerah kita dari banyak segi bisa dari sisi pendidikan, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya. Pengalaman ini bisa menjadi bukti bahwa keragaman Indonesia memang benar adanya. Keragaman inilah yang harus kita syukuri bahwa Indonesia memiliki keragaman dan ratusan kebudayaan. Ada ratusan bahasa dan suku. Ada ribuan tujuan wisata yang menarik. Maka, marilah kita sebagai pemuda Indonesia harus membuka mata kita. Dan terus maju, karena hidup adalah petualang yang harus kita hadapi dengan penuh pembelajaran. 

 @sukrisw

Rabu, 11 November 2015

Potret Pendidikan Indonesia Terkini

Potret Pendidikan Indonesia Terkini 
Optimis, Pendidikan Indonesia bisa lebih baik!

Pendidikan merupakan kunci utama bagi bangsa yang ingin maju dan unggul dalam persaingan global. Pendidikan adalah tugas negara yang paling penting dan sangat strategis. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan prasyarat dasar bagi terbentuknya peradaban yang lebih baik dan sebaliknya, sumber daya manusia yang buruk akan menghasilkan peradaban yang buruk. Melihat realitas pendidikan di Inodnesia masih banyak masalah dan harapan menjadi sulit dicapai.
Masalah pendidikan di Indonesia ibarat enang kusut. Banyak permasalahan yang terjadi di dalam pendidikan Indonesia bukan hanya sistem pendidikannya tetapi pelaku yang ada didalamnya. Lihat saja, banyak pelanggaran yang terjadi seperti banyak pelajar melakukan tawuran, narkoba, free sex, bahkan ada oknum guru yang harus jadi panutan melakukan pelanggaran yaitu membiarkan kecurangan yang terjadi saat UN dengan alasan agar para siswanya lulus 100%. Sungguh, ini merupkan keadaan yang sangat ironis. 

Mirisnya lagi yang bisa mengenyam pendidikan kebanyakan orang-orang golongan atas, yang memiliki uang lebih dan sementara orang-orang dari golongan bawah hanya bisa diam dan tak tahu harus berbuat apa. Lihatlah pada realitanya banyak calon calon generasi penerus bangsa tidak bersekolah dan alasannya terkait biaya pendidikan terlalu mahal. Akibat kondisi seperti ini, terjadi pengganguran dimana-mana, kriminalitas menjadi hal yang utama menjadi pekerjaan mereka, kemiskinan pun menjadi lingkaran setan yang sulit diputuskan. Beginalah realita bangsa Indonesia. 

Pendidikan memang sangat penting yang dijadikan sebagai salah satu alat untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Indonesia. Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka Indoensia harus segera dengan cepat membenahi diri menjamin pendidikan yang berkualitas dan bisa dijangkau oleh semua kalangan.  

Memang ketika kita melihat segudang permasalahan pendidikan Indonesia, akan tetapi ada secuil cahaya harapan untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih merata dan lebih baik. Masih banyak orang yang peduli dengan pendidikan, mereka bisa melakukan program pengabdian masyarakat dibidang pendidikan untuk masyarakat yang tertinggal. Masih banyak lembaga dan yayasan menampung orang-orang yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan sehingga mereka akan mampu memiliki pola pikir yang maju. Kita sebagai generasi penerus tidak boleh pesimis akan buruknya pendidikan Indonesia kini, karena masih ada harapan yang bisa kita ambil untuk mengubahnya. Jadilah generasi penerus yang optimis, karena nantinya kitalah yang akan memperbaiki dan memajukan pendidikan di Indonesia. Impian adalah harapan kita semua. Pendidikan Indonesia lebih merata dan maju. Pendidikan itu adalah yang mampu menyiapkan generasi penerus untuk memilki akhlak dan moral yang baik. Selain itu, ditunjang dengan nilai nasionalisme dan religiusitas. Generasi penerus yang akan menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.  

Optimislah karena masih ada secuil harapan yang bisa kita raih. 


@sukrisw

Selasa, 10 November 2015

Mahasiswa UB Juara 2 GAMA SEC UGM YOGYAKARTA

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menjadi juara 2 dalam kompetisi Gadjah Mada Social Entrepreneur Challenge (GAMA SEC) 2015. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) selama dua hari (1-2/11/2015) di Yogyakarta.

Tim UB berhasil menjadi juara 2 dalam kompetisi ini dengan judul karyanya, "Pengembangan Masyarakat Dusun Tamban Malang Berbasis Kewirausahaan Untuk Mewujudkan Desa yang Berkelanjutan Dalam Menghadapi Asean Economy Community". Tim UB terdiri dari Sukur Riswanto (Jurusan Manajemen FEB 2012 sebagai ketua delegasi), Sutrisno (Teknik Informatika FILKOM 2014), dan Eka Nur Laeli (Sastra Inggris FIB 2012).

Kompetisi diikuti oleh 6 tim terbaik yang terpilih setelah dilakukan seleksi proposal. Keenam tim tersebut adalah ITS, dua tim dari UGM, UB, dan Universitas Negeri Makassar. Juara 1 kompetisi ini yakni  Universitas Airlangga dengan judul karyanya, "Jawa Painting (Jati Waste Painting) Innovation Waste for Innovation Art". Sedangkan juara 3 dari ITS  dengan judul karya Wetland Furniture: Produk Lemari Ramah Lingkungan Berbahan Enceng Gondok Sebagai Lahan Bisnis Yang Prospektif Bagi Warga Pra-Sejahtera Di Desa Bandung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.
Atas prestasinya tersebut, tim UB berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan serta trofi GAMA SEC yang diumumkan dalam acara Leadership Talk di Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta.

Kompetisi GAMA SEC 2015 bertujuan agar kompetisi nasional ini dapat dimaknai tidak hanya sebagai kompetisi belaka. Namun sebuah ajang untuk memperdalam arti sebuah kegiatan social entrepreneurhsip. Di mana definisi social entrepreneurship sendiri merupakan bisnis yang tidak hanya memikirkan keuntungan untuk pengusaha itu sendiri, melainkan dapat memberi nilai lebih kepada masyarakat sekitar dengan memberdayakannya dan masyarakat tersebut mendapat keuntungan pula. Kata memberdayakan diartikan dari yang tidak berdaya, menjadi berdaya. Ini merupakan bisnis yang win-win solution