Pages

Selasa, 10 November 2015

Mahasiswa UB Juara 2 GAMA SEC UGM YOGYAKARTA

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menjadi juara 2 dalam kompetisi Gadjah Mada Social Entrepreneur Challenge (GAMA SEC) 2015. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) selama dua hari (1-2/11/2015) di Yogyakarta.

Tim UB berhasil menjadi juara 2 dalam kompetisi ini dengan judul karyanya, "Pengembangan Masyarakat Dusun Tamban Malang Berbasis Kewirausahaan Untuk Mewujudkan Desa yang Berkelanjutan Dalam Menghadapi Asean Economy Community". Tim UB terdiri dari Sukur Riswanto (Jurusan Manajemen FEB 2012 sebagai ketua delegasi), Sutrisno (Teknik Informatika FILKOM 2014), dan Eka Nur Laeli (Sastra Inggris FIB 2012).

Kompetisi diikuti oleh 6 tim terbaik yang terpilih setelah dilakukan seleksi proposal. Keenam tim tersebut adalah ITS, dua tim dari UGM, UB, dan Universitas Negeri Makassar. Juara 1 kompetisi ini yakni  Universitas Airlangga dengan judul karyanya, "Jawa Painting (Jati Waste Painting) Innovation Waste for Innovation Art". Sedangkan juara 3 dari ITS  dengan judul karya Wetland Furniture: Produk Lemari Ramah Lingkungan Berbahan Enceng Gondok Sebagai Lahan Bisnis Yang Prospektif Bagi Warga Pra-Sejahtera Di Desa Bandung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.
Atas prestasinya tersebut, tim UB berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan serta trofi GAMA SEC yang diumumkan dalam acara Leadership Talk di Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta.

Kompetisi GAMA SEC 2015 bertujuan agar kompetisi nasional ini dapat dimaknai tidak hanya sebagai kompetisi belaka. Namun sebuah ajang untuk memperdalam arti sebuah kegiatan social entrepreneurhsip. Di mana definisi social entrepreneurship sendiri merupakan bisnis yang tidak hanya memikirkan keuntungan untuk pengusaha itu sendiri, melainkan dapat memberi nilai lebih kepada masyarakat sekitar dengan memberdayakannya dan masyarakat tersebut mendapat keuntungan pula. Kata memberdayakan diartikan dari yang tidak berdaya, menjadi berdaya. Ini merupakan bisnis yang win-win solution

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar