Pages

Senin, 28 Desember 2015

ESSAY: PEMANFAATAN ANGKUTAN UMUM SEBAGAI MEDIA KAMPANYE BAHASA INDONESIA YANG UNIK, KREATIF, DAN PERSUASIF DALAM MENYEBARKAN NILAI SEMANGAT DAN CINTA BERBAHASA INDONESIA

PEMANFAATAN ANGKUTAN UMUM SEBAGAI MEDIA KAMPANYE BAHASA INDONESIA YANG UNIK, KREATIF, DAN PERSUASIF DALAM MENYEBARKAN NILAI SEMANGAT DAN CINTA BERBAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Negara Republik Indonesia, yang disahkan pada tanggal 28 oktober 1928 bertepatan dengan lahirnya sumpah pemuda. Bahasa Indonesia di lambangkan sebagai identitas nasional bangsa, yang dapat mengetahui identitas yaitu sifat, tingkah laku, dan watak seseorang sebagai bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandung nilai-nilai sosial budaya yang luhur, dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia ini kita harus bangga, memelihara, mengembangkan, menjunjung tinggi bahasa Indonesia dan mempertahankannya.
Bahasa Indonesia sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia, karena dari kecil kita telah di ajari oleh orang tua menggunakan bahasa Indonesia agar memudahkan kita untuk berkomunikasi dan berinteraksi orang lain. Bahasa Indonesia mempunyai peran yang sangat penting bagi warga Negara Indonesia untuk berkomunikasi dan telah mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki beragam latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Dengan bahasa Indonesia, memudahkan rakyat Indonesia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya, sehingga memunculkan keakraban antar sesama yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Namun, banyak masyarakat yang tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar  dalam kehidupan sehari-hari. Inilah salah satu faktor penghambat mengapa kecintaan berbahasa Indonesia semakin menurun dikalangan masyarakat. Jika masyarakatnya sendiri tidak menggunakan bahasa Indonesia, bagaimana orang lain dapat mengetahui bahasa persatuan ini. Masyarakat cenderung menggunakan bahasa daerah mereka, karena menurut mereka bahasa daerah adalah bahasa yang paling mudah untuk berkomunikasi, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah pedalaman. Saat menggunakan bahasa Indonesia, banyak orang yang mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Penggunaan bahasa ini banyak dijumpai di kalangan remaja.
Masyarakat, khususnya, remaja sangat fasih menggunakan bahasa gaul. Kehadiran bahasa gaul berjalan beriringan dengan konsep kebudayaan populer di Indonesia atau masuknya budaya-budaya asing yang kurang disaring oleh masyarakat. Masyarakat daerah di Indonesia pun masih banyak yang menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing. Hal ini menyebabkan jika ada yang berbicara dengan bahasa Indonesia, mereka kurang memahami maksud yang dibicarakan.
Selain itu, kesadaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga sudah mulai menurun dan disepelekan. Jika dilihat di tempat umum dan di media massa, seperti radio dan televisi, kebanyakan rakyat dan para pejabat, dalam kesehariannya, lebih suka memadukan bahasa Indonesia dengan bahasa asing ketika berkomunikasi. Misalnya, lebih senang menggunakan “Sorry ya, aku telat” dibandingkan dengan “Maaf ya, aku terlambat”. Dari kedua ujaran tersebut, tentu yang lebih sering digunakan adalah ujaran pertama. Sadar atau tidak, dengan mencampuradukkan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia, hal itu tidak boleh dilakukan. Lunturnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan hal yang tidak mungkin. Jika terus menerus dibiarkan bahasa Indonesia dicampuradukkan dengan bahasa asing akan berakibat di masa mendatang, generasi penerus bangsa tidak lagi mengetahui bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baik yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, terutama kaum remaja, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Yang terpenting adalah kesadaran dari masyarakat terutama kaum remaja untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia.
Dari banyak permasalahan diatas, perlulah dari kita untuk mengupayakan sebuah solusi yang tepat untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan nilai semangat dalam berbahasa Indonesia. Penulis merekomendasikan sebuah solusi untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan nilai semangat dalam berbahasa Indonesia dengan cara melakukan kampanye bahasa Indonesia melalui media luar ruang. Media luar ruang ini, penulis secara khsusus merujuk kepada angkutan umum. Kampanye ini diharapkan dapat membantu peran dan fungsi Badan Bahasa dalam rangka pemasyarakatan penggunaan bahasa Indonesia dikalangan masyarakat secara luas.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tahun 2006, jumlah angkutan umum dari bus dan trayek untuk di daerah Jabodetabek berjumlah 60.144 buah. Untuk di Jawa Timur sendiri jumlahnya mencapai 29.451 buah. dan secara khusus, jumlah angkutan umum di kota Malang mencapai 3.140 buah.
Ditambah lagi dengan jumlah penduduk Indonesia menyentuh 237.641.326 jiwa pada tahun 2012 berdasarkan data sensus kependudukan. Dengan jumlah yang sangat fantatis tersebut, angkutan umum di Indonesia bisa menjadi sarana kampanye alternatif bahasa Indonesia yang efektif untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan nilai semangat dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang bisa menjangkau semua orang.
Selama ini angkutan umum di Indonesia kebanyakan hanya bergambar polosan yang memiliki satu atau beberapa kombinasi warna dasar tanpa ada gambar-gambar yang cantik. Walaupun ada yang bergambar menarik, biasanya hanya tulisan yang kurang baik. Sebagai contoh, bus sedang yang beroperasi di daerah Wonosobo Jawa Tengah banyak menggunakan tulisan-tulisan huruf Cina yang tidak dipahami penumpang atau orang lain yang melihatnya. Contoh lain, angkutan umum di kota Malang yang hanya berwarna biru polosan dan bertuliskan arah jalur angkutan tersebut. Sehingga, penulis mengusulkan untuk memberikan ide kretif berupa kampanye bahasa Indonesia melalui angkutan umum dengan cara memberikan gambar, tulisan, slogan,  atau ajakan yang menarik untuk mengkampanyekan berbahasa Indonesia yang baik dan benar kepada publik. Bisa kita bayangkan jika kita melihat angkutan umum yang lewat di berbagai daerah dan kota yang berisikan gambar, tulisan, slogan,  atau ajakan yang menarik akan mampu menarik perhatian publik dan mencerna kampanye tersebut sehingga bisa memberikan sugesti kepada publik untuk menerima pesan tersebut dan akhirnya mulai menyadarinya betapa pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama dalam kehidupan sehari-hari. Jika kampanye ini berhasil diterapkan, maka penulis meyakini bahwa orang yang melihat kampanye tersebut akan mulai tumbuh rasa kecintaan dan nilai semangat dalam berbahasa Indonesia. Orang yang melihat kampanye tersebut juga akan mengajak teman atau kerabatnya untuk menyadari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga bisa meningkatkan rasa kecintaan dan semangat berbahasa Indonesia.
Untuk mengimplementasikan program kampanye ini bisa dilakukan kerja sama antara penggagas ide, pemerintah, dan pemilik angkutan umum. Sinergi peran ini bisa secara efektif untuk mewujdukan program tersebut karena ada pemerintah yang akan memberikan biaya pelaksanaan dan kerja sama dengan pemilik angkutan umum. Program kampanye ini juga bisa sekaligus membantu pemerintah khususnya bagian balai bahasa untuk membantu masyarakat Indonesia menumbuhkan raa bangga dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.
Pada akhirnya, Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak memiliki permasalahan yang krusial terhadap bahasa Indonesia yang mulai pudar dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Masyarakat Indonesia lebih menyukai bahasa gaul yang tidak baku dan menekuni bahasa asing secara berlebihan yang mengakibatkan turunnya rasa kecintaan dan semangat berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, dengan hadirnya program kampanye melalui media luar ruang khususnya di angkutan umum diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Program kampanye bahasa Indonesia ini berisikan gambar, tulisan, slogan, atau ajakan yang menarik mampu menumbuhkan nilai semangat dan cinta berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan masyarakat. Bisa dibayangkan ketika kita melihat angkutan umum yang berisikan slogan atau ajakan untuk berbahasa Indonesia, kita bisa merasakan kebanggan tersendiri dan tergerak untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai konteks.



@sukrisw

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar